William Li Tegaskan Target Nio Raih Laba Tahunan 2026 Usai Profit Kuartal IV 2026

William Li, pendiri sekaligus CEO Nio Inc, menegaskan target perusahaan untuk mencetak laba tahunan pada 2026. Pernyataan ini muncul setelah Nio berhasil melaporkan laba pada kuartal keempat tahun sebelumnya, sebuah capaian penting yang menjadi pijakan menuju profitabilitas berkelanjutan.

Li menekankan bahwa mencapai profitabilitas tahunan bukanlah hal mudah. Perusahaan harus menjaga margin keuntungan yang sehat agar pertumbuhan dapat terus berlanjut secara berkelanjutan.

Kontribusi Unit Bisnis Sel (Cell Business Unit) dan Model Unggulan

Pendorong utama keberhasilan Nio adalah unit bisnis Cell Business Unit (CBU). Li menyatakan bahwa CBU memberikan kontribusi signifikan sepanjang tahun kemarin dan akan terus dikembangkan menuju produksi massal yang lebih cepat.

Selain itu, model kendaraan andalan seperti ES8 generasi ketiga, Onvo L90, dan Firefly menjadi faktor utama dalam pertumbuhan perusahaan. ES8 terbaru berhasil mengirim 60.000 unit hanya dalam 134 hari, memberi kontribusi besar pada laba kuartal keempat.

Onvo L90 pun membuktikan diri sebagai juara penjualan SUV listrik tiga baris. Terbukti mampu mempertahankan penjualan 10.000 unit selama tiga bulan berturut-turut. Firefly bahkan mendominasi pasar mobil kompak premium dengan merebut 61% pangsa pasar pada Desember, jauh dari tren penurunan penjualan drastis yang kerap dialami model baru.

Inovasi Teknologi dan Infrastruktur Pengisian Daya

Keberhasilan Nio juga didukung oleh investasi besar dalam teknologi canggih. Pada tahun lalu, Nio memperkenalkan chip pengemudian cerdas Shenji 9031, sistem operasi SkyOS, serta teknologi SkyRide untuk kendaraan massal.

ET9 tetap menjadi produk dengan teknologi paling mutakhir, berkat chip Shenji NX9031, chip 5nm pertama di dunia yang khusus untuk otomotif. Pengembangan chip dan perangkat lunak internal memungkinkan kendaraan Nio terhubung penuh tanpa mengorbankan keamanan dan keandalan.

Selain itu, Nio membuat kemajuan signifikan dalam infrastruktur pengisian baterai. Hingga Februari, jumlah stasiun pertukaran baterai mencapai 3.729 unit dan ditargetkan bertambah minimal 1.000 unit sepanjang tahun. Total stasiun swap baterai ini penting sebagai layanan enerji inovatif yang menambah kenyamanan pengguna.

Pertumbuhan Penjualan dan Strategi Tahun Ini

Nio mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 47% secara tahunan pada 2025, dengan lonjakan lebih dari 70% di paruh kedua. Perusahaan menandai tonggak produksi satu juta kendaraan listrik premium yang dibangun dengan teknologi penuh hasil pengembangan internal.

Laba kuartal keempat tahun sebelumnya yang memenuhi standar GAAP dan non-GAAP menjadi bukti bahwa profitabilitas bisa dicapai bersama peningkatan penjualan dan investasi riset berkelanjutan. Li menyampaikan bahwa prioritas utama perusahaan di tahun ini adalah:

  1. Investasi riset dan pengembangan produk dengan fokus pada efisiensi dan pengembalian investasi (ROI) yang jelas.
  2. Memperluas jaringan pengisian daya dan infrastruktur swap baterai untuk meningkatkan layanan pelanggan.
  3. Transformasi organisasi yang berpusat pada penciptaan nilai bagi pengguna.

Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan tahunan antara 40% hingga 50% pasca penguatan mekanisme CBU. Target jangka panjang Nio adalah mencapai penjualan 5 juta unit per tahun pada 2035, dengan basis pengguna antara 20 hingga 30 juta pelanggan.

William Li mengingatkan bahwa kerangka keberhasilan Nio adalah profitabilitas yang stabil dan pertumbuhan berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya membangun fondasi yang kuat untuk melangkah lebih maju dan sukses jangka panjang.

Dengan pijakan teknologi yang solid dan inovasi berkelanjutan, Nio optimistis menghadapi persaingan global. Perusahaan siap mengukir posisi utama di industri kendaraan listrik berkat efisiensi operasional dan fokus pada pengalaman pengguna.

Exit mobile version