Xpeng mengalami penurunan pengiriman kendaraan elektrik hingga hampir 50 persen pada bulan Februari. Volume pengiriman tercatat sebanyak 15.256 unit, turun 49,90 persen dibandingkan tahun lalu dan 23,76 persen dari bulan sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh libur Tahun Baru Imlek yang berlangsung selama 15 hingga 23 Februari serta berkurangnya insentif pemerintah Tiongkok terhadap kendaraan listrik (EV).
Libur musiman tersebut memengaruhi seluruh industri otomotif di Tiongkok, termasuk pesaing lokal seperti Li Auto yang juga merasakan hambatan serupa. Namun, Li Auto tetap berhasil mencatat sedikit peningkatan pengiriman tahunan. Perbedaan waktu libur Imlek antara tahun ini dan sebelumnya berkontribusi dalam fluktuasi aktivitas manufaktur dan distribusi, sehingga produksi dan pengiriman menurun secara signifikan selama periode tersebut.
Dampak Kebijakan Subsidi Terhadap Penjualan EV
Penurunan pengiriman Xpeng tak lepas dari berkurangnya dukungan subsidi pemerintah terhadap kendaraan listrik. Kebijakan yang sebelumnya mendorong pertumbuhan pasar EV mulai dikurangi, menyebabkan tekanan berat bagi produsen dalam menjaga volume penjualan. Kondisi ini menuntut Xpeng untuk mengatur ulang strategi bisnis agar tetap kompetitif dan mampu beradaptasi dengan dinamika pasar.
Mengurangi ketergantungan terhadap pasar domestik menjadi fokus utama, mengingat kondisi pasar Tiongkok yang kini lebih menantang. Strategi global pun disiapkan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan, termasuk upaya ekspansi di luar negeri yang semakin dipercepat.
Strategi Ekspansi Internasional sebagai Kunci Kebangkitan
Xpeng melakukan pengiriman perdana model P7+ ke 18 negara di berbagai kawasan global pada bulan Februari. Langkah ini menandai ekspansi internasional yang agresif dan menjadi bagian dari visi perusahaan untuk memperluas pangsa pasar di luar Tiongkok. CEO He Xiaopeng menargetkan penjualan tahunan mencapai 1 juta unit pada tahun 2030 dengan lebih dari 70 persen pendapatan berasal dari bisnis luar negeri.
Strategi ini menunjukkan ambisi Xpeng untuk menjadi pemain global utama di ranah kendaraan listrik, sekaligus mengurangi dampak negatif dari fluktuasi pasar domestik dan kebijakan nasional yang berubah-ubah. Pendekatan ini juga diiringi dengan peningkatan investasi dalam pengembangan produk dan teknologi.
Inovasi Teknologi untuk Memperkuat Posisi Kompetitif
Untuk memperkuat daya tarik produk, Xpeng fokus pada inovasi teknologi terutama di segmen premium. Pada awal Maret, perusahaan berencana meluncurkan generasi kedua teknologi VLA (Vision-Language-Action) yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan interaksi bahasa dan penglihatan. Teknologi ini diharapkan memberikan pengalaman berkendara yang lebih responsif dan cerdas.
Selain itu, Xpeng juga akan merilis MPV listrik model X9 dengan jangkauan hingga 750 kilometer. Model ini ditargetkan untuk segmen mobil keluarga premium yang sedang tumbuh pesat. Inovasi produk semacam ini penting untuk meningkatkan penetrasi pasar dan menarik konsumen yang mencari kendaraan listrik dengan performa dan fitur lengkap.
Kolaborasi Strategis Mendorong Kepercayaan Pasar
Xpeng mendapat pengakuan dari pelaku industri otomotif global atas kemampuan pengembangan perangkat lunaknya. Volkswagen menjadi pengguna komersial pertama teknologi VLA generasi kedua dari Xpeng. Kemitraan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan perusahaan otomotif besar terhadap solusi teknologi Xpeng.
Hubungan kolaboratif semacam ini tidak hanya meningkatkan reputasi, tetapi juga membuka peluang pendapatan baru melalui penyediaan teknologi kepada mitra industri global. Hal ini ikut memperkuat posisi strategis Xpeng di pasar global.
Tren Pengiriman Xpeng Per Bulan
Data pengiriman Xpeng selama beberapa tahun terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan. Berikut gambaran pengiriman unit (dalam ribuan unit) pada beberapa bulan terpilih:
- Januari: dari 8,250 unit (2024) naik menjadi 30,350 unit (2025), lalu turun menjadi 20,011 unit (2026)
- Februari: dari 4,545 unit (2024) melonjak ke 30,453 unit (2025), lalu anjlok ke 15,256 unit (2026)
- Agustus hingga Desember 2025 mencatat pengiriman tertinggi, mencapai hingga 42 ribu unit.
Pengiriman pada Februari 2026 yang menurun tajam menjadi sinyal pergeseran musiman dan dampak eksternal yang harus diantisipasi. Penggunaan inovasi dan pengembangan pasar internasional menjadi strategi utama agar Xpeng dapat memulihkan pertumbuhan penjualan dan memperbaiki kinerja keuangan.
Membangun Momentum Pasar Kendaraan Listrik Global
Meskipun mengalami penurunan signifikan di pasar domestik selama periode libur dan tekanan kebijakan, Xpeng tetap optimistis dengan perkembangan teknologi dan ekspansi pasar luar negeri. Investasi pada kecerdasan buatan dan peluncuran model baru diyakini sebagai pendorong utama agar perusahaan bertahan dan tumbuh.
Tekanan pasar saat ini justru membuka peluang bagi Xpeng untuk menguji ketahanan strategi jangka panjangnya, sekaligus memposisikan perusahaan sebagai salah satu pemain global penting dalam industri EV yang terus berkembang pesat. Pergerakan Xpeng ke pasar internasional mengindikasikan bahwa perusahaan siap menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan momentum pertumbuhan industri kendaraan listrik secara global.
