Uji Coba Lepas L8 di IIMS 2026: Performa Kuat tapi CV Joint Rusak Setelah Melibas Speed Bump

Uji coba performa SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) Lepas L8 di Indonesia menunjukkan potensi tangguh meski menghadapi kendala teknis serius. Pengujian berlangsung di Pusdiklantas Polri, Serpong, dengan berbagai trek menantang untuk menguji kemampuan kendaraan sebelum peluncuran resmi.

Lintasan yang disiapkan mencakup jalur lurus, pengereman penuh, zig-zag, speed bump, serta parkir mundur. Kondisi trek yang basah dan berlumpur menambah tingkat kesulitan, memungkinkan pengujian performa dan ketahanan kendaraan di situasi nyata.

Peserta uji, termasuk media otomotif, mencoba kendaraan ini dengan menggeber kecepatan maksimal di lintasan lurus. Pengujian diteruskan dengan pengereman mendadak dan manuver zig-zag yang menguji kelincahan dan stabilitas SUV ramah lingkungan ini.

Kenyamanan pengendaraan menjadi nilai tambah. Suspensi yang stabil mampu mengurangi body roll sehingga pengendara merasa nyaman dan percaya diri saat melewati trek sulit. Monitor 13,2 inci mendukung kemudahan parkir dengan kamera belakang yang jelas.

Namun, sebuah masalah teknis muncul setelah kendaraan melewati speed bump dengan kecepatan tinggi. Terjadi kerusakan pada rangkaian CV Joint di sekitar transmisi, yaitu komponen yang menghubungkan tenaga dari mesin ke roda. Kerusakan ini membuat kendaraan tidak dapat melanjutkan pengujian dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Lalu Indra Wirabhakti, Product Manager Lepas Indonesia, menjelaskan bahwa kondisi ini muncul karena uji coba dilakukan dalam kondisi ekstrem. Kecepatan di atas speed bump mencapai 80-100 km/jam, jauh melebihi penggunaan normal oleh konsumen yang biasanya lebih rendah pada permukaan bergelombang.

Ada beberapa poin utama terkait uji coba Lepas L8 yang perlu dicermati:

1. Pengujian dilakukan pada lintasan beragam rintangan dan dengan cuaca basah untuk menilai ketangguhan kendaraan.
2. Peserta uji memberikan respon positif terhadap kenyamanan kabin dan performa suspensi yang mumpuni.
3. Kerusakan CV Joint muncul setelah melibas speed bump pada kecepatan tinggi.
4. Kerusakan ini menyebabkan SUV tidak dapat dikendarai dan mengharuskan pemeriksaan teknis mendalam.
5. Produsen menegaskan kondisi uji coba ekstrem tersebut tidak menggambarkan pemakaian sehari-hari konsumen.

Pengalaman uji coba ini memberikan pelajaran penting dalam pengembangan kendaraan. Lepas Indonesia akan melakukan penyesuaian teknis pada komponen terkait untuk meningkatkan daya tahan dan memastikan kesiapan mobil menghadapi kondisi jalan di Indonesia.

Persiapan pemasaran SUV PHEV tersebut tetap berjalan sesuai rencana. Lepas berkomitmen mengatasi kendala teknis demi menjaga kualitas sebelum resmi dilepas ke pasar domestik. Penetapan harga resmi SUV ini direncanakan diumumkan pada ajang pameran otomotif nasional bulan depan.

Ke depannya, SUV ramah lingkungan seperti Lepas L8 menjadi penanda kemajuan teknologi mobil listrik di Indonesia. Produsen terus berupaya menguji dan menyempurnakan produk demi memenuhi kebutuhan konsumen dan menyesuaikan dengan karakter jalan di dalam negeri.

Uji coba di IIMS 2026 ini sekaligus menegaskan bahwa pengujian dalam kondisi ekstrem sangat diperlukan sebagai langkah preventif. Hal ini memastikan kendaraan dapat bertahan dan berperforma di berbagai situasi nyata yang mungkin dihadapi pengguna.

Dengan inovasi berkelanjutan dan perhatian pada kualitas komponen, Lepas L8 berpotensi menjadi SUV plug-in hybrid andalan yang mampu bersaing di segmen kendaraan ramah lingkungan. Proses pengujian ketat memberi keyakinan bahwa produk akan lebih aman dan nyaman saat digunakan sehari-hari.

Exit mobile version