Traveler Kini Memilih Pengalaman, Pasar Atraksi Wisata Menuju 342 Miliar Dolar

Pasar atraksi dan pengalaman wisata global sedang memasuki fase pertumbuhan yang sangat cepat. Riset Arival dan Phocuswright yang dikutip dalam artikel referensi menunjukkan nilainya diproyeksikan mencapai 271 miliar dolar AS pada 2025, lalu naik menjadi 342 miliar dolar AS pada 2029.

Angka itu memperlihatkan perubahan besar dalam cara traveler membuat keputusan perjalanan. Jika dulu destinasi populer menjadi penentu utama, kini semakin banyak wisatawan yang memilih tujuan berdasarkan aktivitas, tur budaya, dan pengalaman lokal yang tersedia di sana.

Traveler memilih pengalaman, bukan sekadar lokasi

Pergeseran perilaku ini terlihat jelas pada cara traveler menyusun rencana liburan. Banyak wisatawan tidak lagi bertanya “mau ke mana”, tetapi “apa yang bisa dilakukan di sana”.

CEO AirAsia MOVE Nadia Omer menyebut wisatawan kini menentukan destinasi dari pengalaman yang tersedia, bukan sebaliknya. Ia menilai aktivitas lokal yang autentik semakin memengaruhi keputusan perjalanan dan cara traveler membelanjakan uang mereka.

Fenomena ini juga didorong oleh kebutuhan perjalanan yang terasa lebih personal. Traveler modern ingin pulang dengan cerita, interaksi, dan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain.

Nilai ekonomi atraksi wisata makin besar

Segmen pengalaman wisata kini tidak lagi dipandang sebagai pelengkap itinerary. Bagi industri, atraksi justru menjadi sumber pendapatan baru yang semakin penting.

Produk seperti tiket masuk, tur jalan kaki, kelas kerajinan, wisata kuliner, pertunjukan budaya, hingga kunjungan ke destinasi tersembunyi memberi nilai tambah yang tidak selalu ditawarkan paket wisata konvensional. Di balik itu, terdapat nilai ekonomi dari jasa pemandu lokal, komunitas, dan ekosistem usaha kecil di destinasi.

Berikut ringkasan angka dan arah pasar yang paling menonjol:

Indikator Nilai
Nilai pasar pengalaman wisata global 2025 271 miliar dolar AS
Proyeksi nilai pasar 2029 342 miliar dolar AS
Arah pergeseran perilaku traveler Dari destinasi ke pengalaman

Perubahan ini membuat atraksi wisata dipandang sebagai mesin pertumbuhan baru dalam industri perjalanan global.

Mengapa pengalaman lokal semakin dicari

Minat terhadap pengalaman yang lebih otentik terus naik di banyak destinasi. Traveler kini mencari aktivitas yang terasa relevan dengan minat pribadi, sekaligus memberi kesan mendalam selama perjalanan.

Media sosial ikut mempercepat tren ini karena wisatawan mudah melihat rekomendasi tempat, aktivitas unik, dan ulasan dari pengguna lain. Di saat yang sama, platform digital juga membuat pemesanan aktivitas wisata semakin cepat dan praktis.

Ada beberapa faktor utama yang mendorong pertumbuhan pasar ini:

  1. Wisatawan ingin pengalaman yang personal dan autentik.
  2. Platform digital memudahkan pemesanan atraksi dalam satu aplikasi.
  3. Traveler menginginkan perjalanan yang efisien, fleksibel, dan terkurasi.
  4. Destinasi lokal mendapat eksposur lebih besar melalui pemandu dan komunitas setempat.

Tren tersebut membuat pengalaman wisata semakin menonjol dalam keputusan belanja wisatawan. Aktivitas lokal tidak lagi dianggap tambahan, melainkan bagian inti dari perjalanan itu sendiri.

Pergeseran ini mengubah strategi pelaku industri

Perusahaan perjalanan bergerak menyesuaikan diri dengan perilaku baru tersebut. Salah satu contohnya adalah AirAsia MOVE yang meluncurkan fitur “Atraksi” lewat kemitraan strategis dengan GetYourGuide.

Lewat fitur ini, pengguna bisa memesan tiket wisata dan paket tur dalam satu aplikasi. Model semacam ini menjawab kebiasaan traveler yang ingin merencanakan penerbangan, hotel, transportasi, dan aktivitas dalam alur yang ringkas.

Dalam artikel referensi, AirAsia MOVE juga menawarkan diskon 10 persen untuk pemesanan melalui fitur tersebut. Selain itu, tersedia opsi harga terbaik, pembayaran pay-later, dan kebijakan pembatalan yang lebih fleksibel.

Strategi integrasi seperti ini penting karena pengalaman wisata tidak berdiri sendiri. Produk atraksi yang terhubung dengan layanan perjalanan lain bisa meningkatkan kenyamanan pengguna sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi platform.

Asia-Pasifik menjadi pasar yang sangat menjanjikan

Kawasan Asia-Pasifik disebut sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat untuk industri pengalaman wisata. Hal ini disampaikan Global Head of Strategic Partnerships GetYourGuide, Josh Montgomery, dalam artikel referensi.

Ia menegaskan bahwa kemitraan dengan AirAsia MOVE bertujuan membantu wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih bermakna. Montgomery juga menyoroti pentingnya keahlian pemandu lokal agar wisatawan bisa menjelajahi lebih dari sekadar destinasi populer.

Asia-Pasifik punya modal besar untuk menopang tren ini. Wilayah ini memiliki kombinasi kota besar, destinasi alam, warisan budaya, kuliner khas, dan ekosistem digital yang makin matang untuk pemesanan pengalaman secara real time.

Produk wisata yang paling relevan dengan tren baru

Pergeseran preferensi traveler membuat jenis pengalaman tertentu makin kompetitif. Produk yang menawarkan keunikan, akses lokal, dan kemudahan pemesanan cenderung lebih dicari.

Beberapa kategori yang mulai banyak diminati antara lain:

  1. Tur jalan kaki di kawasan bersejarah.
  2. Wisata kuliner dengan pemandu lokal.
  3. Kelas budaya dan kerajinan tangan.
  4. Pertunjukan seni tradisional.
  5. Kunjungan ke hidden gems yang tidak terlalu ramai.

Kategori tersebut menunjukkan bahwa wisatawan kini mengejar kualitas pengalaman, bukan sekadar kuantitas tempat yang dikunjungi. Ini juga memberi peluang bagi destinasi yang sebelumnya kurang menonjol untuk ikut bersaing.

Dampak bagi destinasi dan pelaku usaha lokal

Bagi destinasi, tren ini bisa memperpanjang lama tinggal wisatawan. Saat aktivitas lokal makin bervariasi, wisatawan cenderung menghabiskan waktu lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uang di lokasi yang sama.

Bagi pelaku usaha lokal, peluangnya juga makin terbuka. Pemandu, pelaku budaya, operator tur kecil, hingga komunitas kreatif dapat masuk ke rantai nilai pariwisata yang lebih luas.

Selain itu, atraksi wisata dapat membantu distribusi kunjungan ke luar pusat keramaian. Dengan begitu, arus wisata tidak hanya menumpuk di destinasi populer, tetapi juga menyebar ke wilayah lain yang memiliki daya tarik khas.

Perubahan perilaku traveler ini menegaskan bahwa masa depan pariwisata tidak lagi bertumpu pada nama besar destinasi semata. Nilai pasar yang diperkirakan menembus 342 miliar dolar AS pada 2029 menunjukkan bahwa pengalaman, cerita, dan koneksi lokal kini menjadi faktor yang sama pentingnya dengan lokasi tujuan itu sendiri.

Exit mobile version