TOEFL dan IELTS Beda Drastis 5 Hal Ini Menentukan Pilihan Kuliah atau Kerja di Luar Negeri, Mana Lebih Menguntungkan Untuk Masa Depanmu?

Bagi banyak calon mahasiswa dan profesional yang ingin meniti karier atau melanjutkan studi di luar negeri, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu syarat mutlak. Dua tes yang paling banyak digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris adalah TOEFL dan IELTS. Meskipun keduanya menguji empat keterampilan dasar, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking, terdapat perbedaan signifikan yang perlu dipahami agar dapat memilih tes yang sesuai dengan tujuan.

Memilih TOEFL atau IELTS bukan sekadar preferensi personal, melainkan harus disesuaikan dengan tujuan studi atau kerja di luar negeri. Kedua tes memiliki karakteristik berbeda yang dapat memengaruhi kelancaran proses pendaftaran dan keberhasilan dalam memenuhi persyaratan bahasa Inggris.

1. Kepemilikan dan Lembaga Pengelola

TOEFL adalah tes bahasa Inggris yang dikembangkan oleh Educational Testing Service (ETS) dari Amerika Serikat. Sebaliknya, IELTS dikelola oleh tiga lembaga internasional, yaitu British Council, IDP Education, dan Cambridge Assessment English yang berasal dari Inggris dan Australia. Kepemilikan yang berbeda ini berpengaruh pada desain soal dan aksen bahasa Inggris yang digunakan selama tes berlangsung.

2. Tujuan dan Kegunaan Tes

TOEFL dan IELTS memiliki fokus yang berlainan. TOEFL lebih diarahkan pada kebutuhan akademik, terutama bagi mereka yang hendak melanjutkan studi di universitas di Amerika Serikat dan negara lain yang mengakui sertifikat ini. IELTS menawarkan tiga jenis tes, yaitu Academic yang dikhususkan untuk studi, General Training untuk keperluan kerja, serta UKVI untuk visa dan imigrasi ke Inggris. Dengan demikian, IELTS dianggap lebih fleksibel karena mengakomodasi kebutuhan studi hingga karier dan imigrasi secara lebih luas.

3. Format Tes yang Berbeda

Format soal antara TOEFL dan IELTS cukup berbeda meskipun keduanya menguji empat aspek berbahasa. Pada tes Listening, TOEFL mengandalkan pilihan ganda secara eksklusif, sementara IELTS menghadirkan berbagai tipe soal seperti mengisi kalimat dan memberi label peta. Untuk Reading, TOEFL menyajikan bacaan dengan soal pilihan ganda dari 3 hingga 5 teks, sedangkan IELTS memberi tugas yang bervariasi termasuk mengisi tabel dan membuat judul pada teks. Pada bagian Writing, TOEFL meminta dua esai dengan total minimal 300 kata, sedangkan IELTS hanya memerlukan dua tugas dengan total sekitar 250 kata. Sistem Speaking juga berbeda; TOEFL menggunakan rekaman mikrofon tanpa interaksi langsung, sementara IELTS melaksanakan wawancara tatap muka atau via video call selama maksimal 14 menit dalam tiga sesi terstruktur.

4. Sistem Penilaian

Sistem penilaian TOEFL menggunakan skor total antara 0 hingga 120, dengan nilai tiap aspek antara 0 sampai 30. IELTS menerapkan band score dari 0 sampai 9, yang mencerminkan tingkat kemahiran bahasa Inggris secara keseluruhan maupun per bagian. Skor tertinggi IELTS mencapai level C2 dalam kerangka CEFR, yang setara dengan kemampuan penutur asli, sedangkan TOEFL mencapai puncaknya di level C1. Ini memungkinkan kandidat dengan kemampuan bahasa Inggris tinggi lebih optimal menunjukkan kompetensinya melalui IELTS.

5. Aksen Bahasa Inggris dalam Tes

TOEFL cenderung menggunakan aksen bahasa Inggris Amerika (American English) secara konsisten. Sebaliknya, IELTS menyajikan variasi aksen internasional, termasuk British English, Australian English, Canadian English, dan American English. Pendekatan IELTS ini lebih cocok untuk peserta yang sudah terbiasa dengan berbagai dialek Inggris yang digunakan secara global, terutama bagi mereka yang melanjutkan studi atau bekerja di negara-negara Persemakmuran seperti Inggris, Australia, dan Kanada.

Memilih Tes yang Tepat

Memahami lima perbedaan utama tersebut sangat penting untuk menentukan tes yang paling tepat. Jika tujuan utama adalah studi di universitas Amerika Serikat, TOEFL menjadi pilihan utama karena lebih umum diterima. Sedangkan jika kamu ingin bekerja, belajar, atau mengurus imigrasi di Inggris, Australia, atau negara lain yang mengadopsi IELTS, maka tes ini menjadi opsi lebih baik.

Sebelum mendaftar, ada baiknya memeriksa persyaratan bahasa Inggris dari institusi atau lembaga tujuan. Biasanya universitas atau perusahaan mensyaratkan skor minimal tertentu pada TOEFL atau IELTS. Persiapan tes yang tepat dapat meningkatkan peluang untuk memenuhi standar tersebut dan membuka peluang yang lebih luas di luar negeri.

Dengan mengetahui perbedaan mendasar tersebut, peserta akan lebih siap menghadapi tes dan memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan akademik maupun profesionalnya. Masing-masing tes membawa keunggulan yang berbeda, sehingga keputusan yang tepat akan menjadi langkah awal dalam mencapai tujuan berbahasa Inggris di dunia internasional.

Berita Terkait

Back to top button