Startup teknologi di Silicon Valley kini menggunakan pendekatan revolusioner untuk melatih kecerdasan buatan (AI) menggantikan pekerjaan profesional seperti dokter, pengacara, dan banker. Perusahaan bernama Mercor menggandeng para ahli domain spesifik untuk mengajari AI menjalankan tugas-tugas kompleks yang memerlukan pengetahuan mendalam dan pengalaman bertahun-tahun.
Mercor didirikan pada 2023 oleh tiga mantan mahasiswa perguruan tinggi yakni Brendan Foody, Adarsh Hiremath, dan Surya Midha. Mereka berfokus memanfaatkan model AI canggih seperti Gemini, Claude, dan ChatGPT. Meski AI tersebut sudah maju, kemampuan memahami konteks medis, hukum, dan keuangan secara rinci masih terbatas tanpa bimbingan ahli manusia.
Metode Pelatihan AI dengan Bantuan Ahli
Pendekatan utama yang digunakan adalah reinforcement learning with human feedback. Dalam metode ini, para profesional meninjau hasil tanggapan AI dan memberikan koreksi serta umpan balik terstruktur. Proses tersebut membantu AI untuk terus memperbaiki penalaran dan akurasi secara bertahap.
Para dokter mengevaluasi saran medis, pengacara memeriksa rancangan dokumen hukum, dan banker menilai analisis risiko keuangan yang dibuat AI. Koreksi dan penilaian ini memberikan rujukan agar AI dapat belajar dari kesalahan dan meningkatkan kemampuannya secara berarti.
Keuntungan dan Risiko Model Pelatihan Ini
Model bisnis Mercor dapat mempercepat pematangan AI agar dapat menangani pekerjaan rumit secara efisien. Namun, muncul kekhawatiran bahwa AI nantinya akan mengambil alih peran para profesional itu sendiri. Pekerjaan rutin yang bergantung pada riset dasar, analisis, dan dokumentasi bisa jadi berkurang drastis.
Meski demikian, para profesional yang dilibatkan justru melihat AI sebagai alat bantu. Dokter misalnya menegaskan bahwa praktik medis membutuhkan empati dan interaksi manusia yang tidak bisa sepenuhnya digantikan mesin. AI dianggap dapat meringankan tugas administratif sehingga dokter bisa fokus pada aspek kemanusiaan dalam merawat pasien.
Dokter Alice Chiao, mantan pengajar kedokteran darurat dari Stanford University, menyatakan, “AI bukan menggantikan pekerjaan kami secara utuh, melainkan mengambil alih aspek-aspek dalam pekerjaan kami yang menghambat kemampuan kami untuk menjadi dokter lebih baik, penyembuh yang baik, dan pendengar yang handal.”
Dampak Transformasi AI pada Dunia Kerja
Perkembangan AI yang pesat diprediksi akan mengguncang banyak sektor profesional. Elon Musk dan tokoh teknologi lain memperingatkan bahwa AI bisa melampaui kecerdasan manusia individu bahkan kolektif dalam waktu dekat. Disrupsi terbesar diperkirakan terjadi pada posisi entry-level yang sehari-harinya menangani pekerjaan administratif.
Laporan Departemen Keuangan Irlandia menyebutkan AI sudah mulai menggeser pekerjaan tingkat pemula di sektor keuangan dan teknologi. Fenomena ini berpotensi meluas secara global. Geoffrey Hinton, pionir AI, menegaskan AI akan mengubah total pekerjaan yang bersifat administratif dan analitis.
Mustafa Suleyman, kepala AI Microsoft, menambahkan bahwa sebagian besar pekerjaan kantoran mungkin dapat diotomasi dalam 12 hingga 18 bulan ke depan. Pengaruh ini akan merubah struktur pasar tenaga kerja dan menuntut adaptasi cepat dari para profesional.
Jenis Ahli yang Dilibatkan dalam Pelatihan AI oleh Mercor
- Dokter: Mengawasi dan memperbaiki respons medis AI.
- Pengacara: Menilai logika dan rancangan dokumen hukum.
- Banker: Mengevaluasi analisis dan risiko finansial.
- Profesional domain lain: Ditambahkan sesuai kebutuhan pelatihan khusus.
Dengan sistem ini, Mercor tidak hanya menciptakan peluang baru bagi para ahli, tetapi juga mendorong pengembangan AI yang mampu mengambil alih pekerjaan pengetahuan tinggi. Namun, batasan antara kolaborasi manusia dan mesin menjadi tantangan utama di masa depan.
Proses pelatihan AI yang melibatkan profesional menunjukkan teknologi ini masih membutuhkan campur tangan manusia agar tetap tepat guna dan dapat dipercaya. Kelangsungan profesi profesional dalam era AI akan bergantung pada bagaimana manusia beradaptasi dan memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu, bukan sekadar kompetitor.





