Film “Sengkolo: Petaka Satu Suro” akan hadir di bioskop pada tanggal 22 Januari mendatang. Film horor ini mengangkat cerita yang kuat berakar pada tradisi masyarakat Jawa, khususnya ritual sakral Malam Satu Suro.
Latar Cerita dan Setting
Film ini berlatar di sebuah desa pesisir bernama Sukowati yang dikenal dengan trauma dan kepercayaan turun-temurun. Desa Sukowati bukan sekadar tempat berlangsungnya cerita, namun diyakini seolah menjadi sosok hidup yang menelan penghuninya. Suasana misterius dan bisik-bisik rahasia terus menghantui setiap sudut desa sepanjang film.
Tokoh Utama dan Konflik
Tokoh utama adalah Rahayu, seorang bidan desa yang rasional dan berdedikasi dalam pekerjaannya. Ia menjalani kehidupan sederhana dengan suami dan anak pertamanya sembari menanti kelahiran anak kedua. Ketika beberapa ibu hamil mengalami musibah di desa, ketenangan Rahayu mulai terganggu.
Pada awalnya, masalah tersebut dipandang sebagai komplikasi medis. Namun peristiwa yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah mulai muncul. Rahayu turut kehilangan anggota keluarganya, yang mengguncang keyakinannya sebagai seorang profesional di bidang kesehatan. Pengalaman ini membuat hidupnya berubah drastis dan rasa bersalah terus menghantui pikiran Rahayu.
Peran Ratih dan Ketegangan Cerita
Kehadiran Ratih, adik Rahayu, menambahkan lapisan konflik yang kompleks. Setelah lama meninggalkan desa, Ratih kembali dan mulai mengalami fenomena supranatural. Ia melihat sosok gaib dan tertarik menyelami misteri kelam yang selama ini tersembunyi di Sukowati.
Ratih menjadi magnet energi gelap yang memberi gambaran sisi lain desa tersebut, yang selama ini tak pernah diungkap secara terbuka oleh penduduk. Ketegangan cerita semakin memuncak saat mendekati Malam Satu Suro, yang merupakan titik penting dalam ritual dan cerita film.
Malam Satu Suro dan Klimaks Teror
Pada malam tersebut, suasana desa berubah menjadi mencekam. Warga desa melakukan ritual kuno dengan penuh ketat, sementara rasa takut menguasai setiap jiwa. Teror yang selama ini memuncak kini menjadi nyata, menantang keberanian dan kewarasan tokoh utama.
Ancaman terfokus pada keluarga Rahayu yang dianggap harus menanggung konsekuensi dosa masa lalu yang tidak pernah mereka ketahui. Film ini membangun ketakutan melalui horor psikologis yang dalam, bukan hanya mengandalkan efek visual atau jump scare semata. Tema kehilangan menjadi benang merah yang terus mengikat cerita secara emosional.
Aulia Sarah dan Perannya Sebagai Rahayu
Aulia Sarah memerankan Rahayu dengan penjiwaan yang emosional namun tetap terkendali. Karakter yang ia tampilkan sangat manusiawi dan dekat dengan penonton. Dalam sebuah wawancara, Aulia Sarah mengungkapkan pesan film ini tentang pengorbanan yang tak terelakkan demi orang yang dicintai.
Namun film ini juga mengingatkan bahwa tenggelam terlalu dalam dalam kesedihan dapat membuat seseorang kehilangan arah. Hal ini memperkaya lapisan emosional sekaligus intelektual dari film horor tersebut.
Pendekatan Budaya oleh Produser
Produser Hadrah Daeng Ratu menekankan bahwa film ini lahir dari tradisi dan realitas sosial masyarakat Jawa. Budaya lokal bukan sekadar elemen estetika, melainkan fondasi cerita yang memberikan rasa horor lebih nyata dan dekat dengan penonton. Sumber horor terbesar adalah ketakutan kolektif dan rahasia yang diwariskan secara turun-temurun.
Pemain Pendukung dan Dinamika Cerita
Selain Aulia Sarah, film ini juga dibintangi oleh aktor dan aktris ternama seperti Agla Artalidia, Dimas Aditya, Cindy Nirmala, Sharon Jovian, dan Diaz Ardiawan. Mereka menghadirkan konflik berlapis yang saling terkait, memperkaya dinamika dan kecanggungan warga desa Sukowati.
Nilai Horor Psikologis dan Budaya
“Sengkolo: Petaka Satu Suro” menawarkan pengalaman horor yang bukan sekadar menakut-nakuti. Film ini menyentuh sisi emosi penonton dan mengajak refleksi atas harga mahal dari rahasia serta tradisi yang terlupakan. Kombinasi horor psikologis dan nilai budaya yang kuat membuat film ini menjadi salah satu karya yang langka di perfilman Indonesia masa kini.
Fakta Kunci Film Sengkolo: Petaka Satu Suro
- Rilis bioskop: 22 Januari.
- Tema: Horor psikologis berbalut tradisi Jawa.
- Setting utama: Desa Sukowati, pesisir penuh misteri.
- Tokoh utama: Rahayu, bidan desa dengan konflik internal dan eksternal.
- Ritual Malam Satu Suro sebagai klimaks cerita.
- Pemeran utama: Aulia Sarah.
- Pendekatan produksi mengedepankan budaya lokal yang autentik.
- Aktor pendukung: Agla Artalidia, Dimas Aditya, dan lain-lain.
Film ini menjadi sebuah sajian horor yang tidak hanya bermain pada ketakutan biasa, melainkan membangun suasana dan pesan mendalam tentang tradisi, pengorbanan, dan trauma kolektif masyarakat Jawa. Penonton diajak merasakan dan memahami sebuah dunia yang penuh misteri, dimana masa lalu dan kepercayaan bertabrakan dengan realitas masa kini.
Dengan elemen cerita yang kuat dan akting yang mendukung, “Sengkolo: Petaka Satu Suro” diprediksi mampu memberikan warna baru dalam genre horor Indonesia yang kaya dengan budaya dan nilai psikologis mendalam.





