Saldo bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk tahap ketiga tahun 2025 telah mulai masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diimbau untuk segera melakukan pengecekan saldo secara online atau melalui ATM agar dapat memastikan pencairan dana bansos tersebut.
Kartu KKS merupakan alat utama penyaluran bantuan PKH dan BPNT yang dikelola secara non-tunai melalui sejumlah bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN. Namun, sebelum melakukan penarikan dana di ATM atau agen laku pandai, penting bagi penerima manfaat untuk memverifikasi terlebih dahulu status pencairan bantuan agar tidak kecewa apabila saldo belum masuk.
Untuk mempermudah proses pengecekan, Kementerian Sosial (Kemensos) menyediakan dua sistem yang dapat diakses sesuai kebutuhan. Pertama adalah Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), yang digunakan oleh pendamping sosial dan operator desa atau kelurahan. Sistem ini menyediakan pembaruan data secara langsung atau real-time, memungkinkan pantauan perkembangan pencairan dengan akurat.
Kedua, bagi KPM dapat memeriksa status bantuan melalui aplikasi cek bansos di situs resmi Kemensos, https://cekbansos.kemensos.go.id. Aplikasi ini memuat informasi terkini berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang telah diterbitkan, sehingga data di aplikasi tersebut baru akan diperbarui setelah dana resmi dikeluarkan.
Waktu pencairan dapat diketahui dari status yang tertera, yaitu:
1. Jika muncul keterangan “PKH Juli – September”, artinya dana PKH tahap tiga tahun 2025 sudah dapat dicairkan. Penerima dapat langsung mengecek saldo di ATM atau agen.
2. Jika masih tertulis “PKH April – Juni”, pencairan dana tahap tiga belum dilakukan sehingga penerima disarankan untuk menunda pengecekan saldo agar tidak mengalami kekecewaan.
3. Jika terdapat pesan “Gagal Onspan Beda Nama Rekening di Bank”, hal ini menandakan adanya ketidaksesuaian data nama antara rekening bank dan data penerima bansos. Solusinya adalah dana bisa dialihkan melalui PT Pos Indonesia atau menunggu instruksi lanjutan dari Kemensos agar pencairan dapat dilakukan via Bank Himbara.
Sebelum melakukan pengecekan saldo di ATM, langkah yang dianjurkan adalah memverifikasi terlebih dahulu apakah SP2D sudah diterbitkan. Kemudian kunjungi situs cekbansos kemensos untuk memastikan status bansos sudah menunjukkan “PKH Juli – September”. Jika sudah sesuai, barulah penerima manfaat dapat dengan aman menarik dana bansos melalui ATM.
Salah satu upaya memperlancar koordinasi dan mendapatkan informasi resmi adalah dengan menghubungi pendamping sosial PKH setempat. Para pendamping ini memiliki akses ke sistem SIKS-NG dan dapat memberikan pembaruan terkait penyaluran bansos secara lebih cepat dan akurat. Jika tidak tersedia pendamping, perangkat desa atau kelurahan juga menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan.
Penerima juga dihimbau untuk tidak sering-sering menarik saldo di ATM sebelum mendapatkan konfirmasi pencairan. Hal ini dapat menghindari risiko kerusakan kartu KKS atau error pada mesin ATM yang justru dapat memperlambat proses pencairan berikutnya.
Dengan pemahaman terkait sistem dan jadwal pencairan bansos PKH serta BPNT melalui Kartu KKS, KPM dapat memanfaatkan dana bantuan dengan lebih tertata dan efisien. Pastikan selalu mengikuti update resmi dari Kemensos untuk informasi terbaru seputar program bansos agar dapat memenuhi kebutuhan sosial dan pangan dengan optimal selama periode bantuan berlangsung.
