Permintaan baterai solid-state untuk robot humanoid diperkirakan akan mengalami lonjakan tajam dalam beberapa tahun ke depan. Data riset dari TrendForce menunjukkan bahwa kebutuhan baterai ini bisa mencapai 74,2 GWh pada tahun 2035, naik drastis dibandingkan hanya 0,05 GWh pada 2026.
Lonjakan permintaan ini berkaitan erat dengan fase komersialisasi robot humanoid yang mulai serius pada 2026. Baterai solid-state menjadi kunci utama agar robot dapat beroperasi dengan daya tahan lama dan mampu menjalankan beban tinggi secara optimal.
Proyeksi Permintaan Baterai Solid-State
TrendForce mengantisipasi pertumbuhan permintaan baterai solid-state untuk robot humanoid secara progresif sebagai berikut:
- 2025: 0,01 GWh
- 2026: 0,05 GWh
- 2027: 0,3 GWh
- 2028: 1,3 GWh
- 2029: 3 GWh
- 2030: 8,6 GWh
- 2035: 74,2 GWh
Data ini mengindikasikan bahwa permintaan baterai solid-state mulai melonjak tajam sejak 2026, selaras dengan tren adopsi teknologi baterai baru yang menawarkan efisiensi dan ketahanan lebih tinggi dibandingkan baterai konvensional.
Peran Penting Baterai dalam Robot Humanoid
Robot humanoid saat ini umumnya masih mengandalkan baterai lithium cair yang memiliki keterbatasan kapasitas dan umur pakai. Baterai lithium solid-state menjadi solusi yang diunggulkan untuk kebutuhan operasional berkepanjangan karena menawarkan kepadatan energi lebih tinggi dan keamanan lebih baik.
Menurut TrendForce, baterai high-nickel ternary lithium (NMC/NCA) masih memimpin di sektor robotik karena daya tahan yang memadai. Sementara itu, baterai lithium iron phosphate (LFP) biasa dipakai di robot dengan kebutuhan operasional ringan dan durasi singkat, seperti robot yang berfungsi untuk percakapan.
Contoh Kapasitas dan Durasi Operasi Robot Humanoid
Beberapa robot humanoid saat ini menggunakan baterai dengan kapasitas yang berbeda dan berdampak pada durasi operasi:
- Unitree H1 memakai baterai berkapasitas 0,864 kWh dengan waktu operasi statis kurang dari 4 jam.
- Tesla Optimus Gen2 menggunakan baterai high-nickel ternary sebesar 2,3 kWh yang menghasilkan operasi dinamis sekitar 2 jam.
Untuk memperpanjang masa kerja, banyak produsen menerapkan sistem pertukaran baterai (battery swap) agar penggantian baterai dapat dilakukan cepat tanpa mematikan robot. Agility Robotics dengan robot Digit dan Apptronik lewat Apollo menggunakan teknologi plug-and-play baterai, memungkinkan operasi teoritis hingga 24 jam nonstop dengan pergantian baterai yang cepat.
Kemajuan Teknologi Baterai Solid-State
Baterai solid-state mulai banyak diadopsi oleh perusahaan robotik untuk meningkatkan kapasitas dan performa energi. Robot seperti Xpeng Iron, GAC GoMate, serta Engine AI T800 telah mengintegrasikan baterai solid-state dalam sistemnya.
Teknologi ini meningkatkan ketahanan baterai sehingga robot dapat beroperasi lebih dari 4 jam, sebuah peningkatan signifikan dibandingkan baterai lithium cair konvensional. Namun, adopsi baterai solid-state masih menghadapi tantangan teknologi dan biaya produksi.
Tantangan dalam Pengembangan Baterai untuk Robot Humanoid
Meskipun perkembangan robot humanoid sangat pesat, penciptaan baterai khusus yang optimal masih menjadi perkara kompleks. TrendForce menyoroti adanya ketidakpastian dalam proses adaptasi baterai solid-state agar dapat memenuhi kebutuhan beragam jenis robot.
Fokus utama saat ini adalah mengenali skenario penggunaan robot humanoid yang tepat demi distribusi massal. Kinerja baterai, terutama dari aspek daya tahan dan keamanan, terus menjadi prioritas pengembangan. Hal ini penting agar robot dapat beroperasi stabil dalam berbagai macam kondisi.
Tren Pertumbuhan Pengiriman Robot Humanoid
Pengiriman robot humanoid global menunjukkan tren peningkatan yang sangat signifikan. Proyeksi menunjukkan bahwa pengiriman mencapai lebih dari 50.000 unit pada 2026 dengan pertumbuhan tahunan melebihi 700 persen.
Lonjakan permintaan baterai solid-state ini menjadi tanda bahwa dunia industri mulai serius mendukung keberadaan robot humanoid sebagai mitra kerja utama. Dengan teknologi baterai yang semakin efisien dan tahan lama, masa depan robot humanoid di berbagai sektor mulai terbuka lebar.
Ketersediaan baterai solid-state yang lebih mumpuni diharapkan dapat mempercepat suksesnya proses komersialisasi robot humanoid. Teknologi ini penting agar robot siap mendukung efisiensi produksi, layanan, maupun interaksi manusia secara luas dalam jangka panjang.





