Oppo menghadapi tantangan serius untuk kembali menguasai pasar smartphone di Indonesia pada 2026. Kelangkaan RAM sebagai komponen utama, yang dipicu oleh tingginya permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI), menjadi kendala utama dalam produksi perangkat mereka. Kondisi ini memperlambat ketersediaan produk dan membatasi kemampuan Oppo untuk bersaing secara optimal di segala segmen harga.
Data dari International Data Corporation (IDC) menunjukkan penurunan pengiriman smartphone global sebesar 12,9% tahun ini. Krisis pasokan chip dan memori membentuk apa yang disebut IDC sebagai “tsunami rantai pasok” yang berimbas luas pada industri elektronik konsumen, termasuk smartphone. Harga komponen naik sementara permintaan menurun, menciptakan tekanan besar bagi para vendor.
Pengaruh Kelangkaan RAM Terhadap Pasar Smartphone Indonesia
Kelangkaan RAM secara langsung berdampak pada pasar Indonesia. Oppo yang pernah memimpin pasar pada periode 2019 hingga 2021, kini mulai kehilangan posisi dominannya. Kompetitor lain yang agresif di segmen entry level mulai merebut pangsa pasar yang dulu dikuasai Oppo. Fokus Oppo pada perangkat menengah ke atas dan flagship dinilai menyisakan celah besar di kelas harga terjangkau.
Aryo Meidianto, pengamat gadget, menilai bahwa tanpa produk entry level yang kompetitif, Oppo sulit mengulang kejayaan masa lalu. Strategi yang terlalu eksklusif mengorbankan volume penjualan di segmen bawah yang sangat potensial dan luas di Indonesia. Permintaan yang tinggi pada produk dengan harga terjangkau menjadi peluang yang harus segera dicegah agar posisi Oppo tidak terus tergerus.
Merger Oppo dan Realme Sebagai Langkah Strategis
Untuk menjawab tantangan tersebut, tersiar kabar rencana merger antara Oppo dan Realme pada awal tahun ini. Keduanya akan kembali bersatu di bawah naungan BKK Electronics setelah sempat berdiri sendiri sejak 2018. Konsolidasi ini diharapkan mampu memadukan sumber daya, mengoptimalkan biaya produksi, dan memfokuskan pemasaran secara lebih efektif.
Menurut Aryo, merger ini bisa memperkuat pangsa pasar gabungan keduanya. Sinergi yang tercipta memungkinkan Oppo dan Realme untuk kembali menguasai segmen entry level sekaligus memperkuat lini produk flagship. Upaya tersebut dipandang vital untuk menghadapi persaingan ketat serta menanggulangi keterbatasan pasokan komponen yang sedang berlangsung.
Strategi Flagship dengan Inovasi Teknologi
Meski pangsa pasar Oppo menurun di segmen bawah, keuntungan mereka tetap stabil berkat fokus pada produk flagship. Herry SW, analis teknologi, menyebutkan bahwa Oppo menggandeng Hasselblad untuk menghadirkan fitur kamera canggih dan memanfaatkan AI secara optimal. Ini memberi nilai tambah yang membedakan produk Oppo dari kompetitor.
Oppo juga berinovasi dengan smartphone lipat dan gulung, yang masih tergolong langka di pasar. Pendekatan ini memungkinkan mereka mendapatkan margin keuntungan yang tinggi meski jumlah pengiriman tidak sebanyak saat masa kejayaan di segmen entry level. Strategi ini menjadi cara Oppo bertahan di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan.
Dinamika Harga dan Proyeksi Pasar Komponen
IDC memprediksi harga memori akan mulai stabil kembali tahun depan. Namun, Direktur Riset IDC, Nabila Popal, memperingatkan bahwa harga produk entry level tidak akan pernah kembali ke posisi USD 100 seperti sebelumnya. Hal ini menandakan pengetatan pasar dan peningkatan biaya produksi yang harus diantisipasi oleh seluruh vendor.
Kondisi ini menuntut adanya konsolidasi dan penggabungan merek agar vendor dapat bertahan. Kelangkaan chip dan RAM memaksa produsen smartphone menyesuaikan strategi agar tetap relevan dan kompetitif di pasar yang semakin mahal dan kompleks.
Fokus Oppo di Pasar Indonesia
Menghadapi kondisi ini, Oppo perlu menyeimbangkan inovasi flagship dengan penguatan segmen entry level. Merger dengan Realme dijadikan kunci utama untuk meraih kembali pangsa pasar yang sempat hilang. Konstelasi pasar Indonesia yang kompetitif menuntut pendekatan yang lebih dinamis dan efisien agar Oppo mampu mengembalikan posisinya sebagai raja smartphone.
Tanpa langkah integrasi dan adaptasi yang tepat, Oppo akan menghadapi kesulitan besar untuk mempertahankan eksistensi di pasar domestik. Kelangkaan RAM dan tren kenaikan harga komponen yang belum mereda menjadi faktor kunci yang menentukan nasib mereka dalam beberapa tahun ke depan.
