MediaTek Ungkap Agentic AI Proaktif Tingkatkan Produktivitas dengan Pemrosesan Data On-Device

MediaTek mengungkapkan bagaimana teknologi Agentic AI dapat mempermudah kehidupan sehari-hari dan meningkatkan produktivitas pengguna melalui kemampuan AI yang lebih proaktif dan personal. Dalam paparan yang disampaikan oleh Adam King, VP & General of Personal Devices Business Unit MediaTek, Agentic AI dirancang untuk mempelajari preferensi personal pengguna serta menggabungkan berbagai data guna memberikan solusi yang lebih relevan dan tepat waktu.

Berbeda dengan AI generatif yang kini mulai banyak diintegrasikan langsung di perangkat (on-device) untuk keperluan kreativitas tanpa batas, Agentic AI menawarkan pendekatan yang lebih cerdas. AI ini tidak hanya menunggu perintah, melainkan mengambil inisiatif dengan memprediksi kebutuhan dan menawarkan bantuan secara aktif. Misalnya, chatbot yang secara otomatis dapat memesan transportasi ke bandara berdasarkan layanan rideshare favorit pengguna dan kebiasaan waktu kedatangan mereka, sehingga mengurangi beban mental dalam mengelola jadwal harian.

AI Generatif dan Agentic AI dalam Kehidupan Sehari-hari
MediaTek mengembangkan AI generatif yang membuat kreasi seperti pembuatan gambar dan teks menjadi lebih mudah tanpa memerlukan keahlian khusus. Contohnya, AI generatif sudah terintegrasi dalam perangkat seperti Chromebook melalui fitur “Circle to Search” dan “Smart Grouping” yang membantu pengguna memperoleh informasi dengan cepat serta mengorganisasi tab browser secara efisien tanpa mengganggu alur kerja.

Samsung Galaxy Tab S11 yang ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9400+ juga menjadi contoh implementasi AI generatif yang mendukung kreativitas tinggi secara mobile. Neural Processing Unit (NPU) yang kuat di dalam chipset ini memungkinkan pemrosesan AI tingkat lanjut langsung di perangkat, sehingga memberikan pengalaman yang cepat dan responsif.

Peralihan Pemrosesan dari Cloud ke Edge
Walaupun AI generatif dan Agentic AI selama ini bergantung pada cloud computing untuk menjalankan model besar, MediaTek kini fokus mengembangkan kemampuan pemrosesan edge computing. Mereka merancang NPU yang mampu menjalankan Large Language Model (LLM) hingga miliaran parameter secara lokal dalam perangkat. Ini menurunkan latensi, meningkatkan privasi data pengguna, dan memungkinkan AI berinteraksi lebih personal.

Selain itu, Small Language Model (SML) yang teroptimasi untuk tugas spesifik kini juga dapat dijalankan secara efisien di edge devices. Ini membuka kemungkinan penerapan AI lebih luas di berbagai jenis perangkat seperti smartphone, tablet, Chromebook, dan personal computer.

Kolaborasi MediaTek dan NVIDIA untuk Perangkat AI Bertenaga
Berbarengan dengan percepatan edge computing, MediaTek menjalin kemitraan dengan NVIDIA untuk menciptakan sistem AI personal supercomputer bernama DGX Spark. Sistem ini mendukung pengembang melakukan eksperimen dan fine-tuning model AI hingga 200 miliar parameter secara lokal, tanpa ketergantungan penuh pada cloud. Keunggulan utama DGX Spark adalah chip GB10 Grace Blackwell Superchip yang dirancang khusus bersama MediaTek, memadukan performa tinggi dengan efisiensi energi.

Keberadaan teknologi ini menandai kemajuan signifikan dalam bidang AI komputasi, menyediakan perangkat keras yang mampu menangani beban kerja AI masif dengan optimal dan hemat energi, sehingga memungkinkan inovasi AI generatif dan agentic AI terus berkembang dalam ekosistem perangkat sehari-hari.

Dengan kombinasi AI generatif, Agentic AI yang personal dan proaktif, serta kemampuan edge computing berkat NPU canggih dan kolaborasi chip dengan NVIDIA, MediaTek menghadirkan teknologi yang tidak hanya meningkatkan kreativitas, tetapi juga secara signifikan menyederhanakan tugas-tugas rutin dan membantu pengguna mencapai produktivitas yang lebih tinggi. Pengembang dan produsen perangkat dapat memanfaatkan kemajuan ini untuk menciptakan pengalaman yang lebih mulus dan aman bagi pengguna di seluruh dunia.

Berita Terkait

Back to top button