Lonjakan impor semikonduktor dalam lima tahun terakhir memberikan tekanan besar pada industri manufaktur nasional. Kebutuhan yang meningkat berasal dari ekspansi pesat sektor elektronik, otomotif, dan kendaraan listrik yang komponen semikonduktornya sangat krusial.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan lonjakan nilai impor semikonduktor hampir dua kali lipat. Dari USD 2,33 miliar pada 2020 menjadi USD 4,87 miliar hingga November 2025. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya produksi perangkat-perangkat berteknologi tinggi.
Pertumbuhan Industri dan Permintaan Semikonduktor
Produksi ponsel nasional kini mencapai kisaran 30 sampai 60 juta unit setiap tahun. Untuk laptop, pemerintah menargetkan pasokan sebesar 1,57 juta unit pada tahun depan. Sektor otomotif mencatat produksi 803.867 unit, termasuk kendaraan listrik dan hybrid yang membutuhkan tiga kali lebih banyak semikonduktor dibandingkan kendaraan konvensional.
Peningkatan produksi kendaraan listrik mendorong kebutuhan semikonduktor secara signifikan. Hal ini menambah beban impor dan menegaskan urgensi penguatan industri semikonduktor domestik.
Tantangan dan Upaya Kementerian Perindustrian
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa tingginya impor semikonduktor merupakan tantangan strategis. Kondisi tersebut menjadi sinyal penting untuk memperkuat ekosistem semikonduktor nasional, terutama di bidang desain chip dan pengembangan kekayaan intelektual.
Agus menyoroti bahwa pengembangan industri ini tidak berlangsung instan. Pendekatan bertahap dengan fokus pada sumber daya manusia dan desain chip menjadi prioritas awal. Strategi ini diharapkan mempercepat kemandirian teknologi.
Indonesia sejatinya telah memiliki pondasi ekosistem semikonduktor. Fasilitas perakitan dan pengujian sudah tergabung dalam rantai nilai global. Perusahaan desain integrated circuit serta industri hilir seperti Electronic Manufacturing Services juga makin berkembang.
Namun, kapasitas yang ada belum memadai untuk menurunkan ketergantungan impor. Permintaan domestik yang terus membesar memerlukan penguatan ekosistem agar kapasitas dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan.
Roadmap Pengembangan Industri Semikonduktor Nasional
Dalam menghadapi tantangan tersebut, Kementerian Perindustrian telah menyusun roadmap pengembangan industri semikonduktor nasional. Roadmap ini fokus pada empat pilar utama:
- Material
- Desain chip
- Fabrikasi (front end)
- Assembly, testing, dan packaging (back end)
Selain itu, roadmap mencakup pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, infrastruktur, serta kebijakan industri untuk mendukung industrialisasi berkelanjutan.
Menteri Agus menjelaskan roadmap ini bukan hanya untuk menarik investasi, tapi juga mendorong penciptaan nilai tambah nasional. Pendekatan ini diharapkan menegaskan kemandirian teknologi sekaligus mengintegrasikan Indonesia lebih dalam ke ekosistem semikonduktor dunia.
Pembentukan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC)
Sebagai bagian implementasi roadmap, pemerintah membentuk Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC). Organisasi nonprofit ini didirikan oleh Kemenperin bekerja sama dengan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan para pakar desain chip dari 13 universitas serta 16 perguruan tinggi mitra.
ICDEC berfungsi sebagai pusat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi. Fokus utamanya adalah memperkuat kapasitas desain semikonduktor nasional. ICDEC bertujuan menghasilkan talenta dan inovasi teknologi yang menopang pengembangan ekosistem domestik.
Momentum Indonesia Semiconductor Summit (ISS) 2026
Indonesia Semiconductor Summit 2026 yang dipersiapkan di Bandung menjadi ajang strategis. Kegiatan ini mempererat kolaborasi global sekaligus mendorong transfer teknologi dan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.
ISS menjadi forum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok semikonduktor global. Acara ini juga bertujuan mengurangi risiko struktural yang ditimbulkan oleh ketergantungan impor semikonduktor.
Komitmen Pemerintah dalam Mendorong Kemandirian Teknologi
Pemerintah menegaskan komitmen tinggi untuk menekan ketergantungan impor komponen semikonduktor. Keterlibatan berbagai pihak dari sektor publik dan swasta diharapkan mempercepat kemandirian teknologi nasional.
Dengan sinergi yang terbangun, industri manufaktur diharapkan dapat tumbuh lebih kokoh. Upaya ini akan menopang transformasi Indonesia menjadi pusat produksi elektronik dan otomotif yang mandiri dan berdaya saing tinggi di kancah global.
