Li Auto mengambil langkah tegas dengan menutup ratusan dealer sebagai respons terhadap penurunan signifikan dalam penjualan. Perusahaan tengah melakukan evaluasi intensif untuk memangkas biaya operasional dan memperkuat posisi dalam persaingan pasar otomotif yang semakin ketat.
Sekitar 100 dealer yang menunjukkan performa buruk akan ditutup pada semester pertama 2026. Keputusan ini diambil setelah analisis menyeluruh terhadap jaringan dealer yang tersebar di berbagai kota, terutama dealer yang dibuka dalam periode ekspansi agresif beberapa tahun terakhir.
Dampak Ekspansi Dealer Terhadap Operasional
Pada 2023, Li Auto menambah 179 outlet dealer sebagai bagian dari strategi ekspansi agresif. Sampai akhir tahun itu, perusahaan mengoperasikan total 548 dealer resmi di 159 kota. Jika ditambahkan mitra pihak ketiga, total dealer mencapai 904 unit. Pertumbuhan cepat ini membawa tantangan tinggi dalam pengelolaan dan biaya operasional.
Banyak dealer didirikan di pusat perbelanjaan besar yang menerapkan biaya sewa tinggi. Kondisi ini menjadi beban bagi Li Auto sehingga perusahaan memilih menutup dealer dengan kinerja buruk, terutama yang berlokasi di zona berbiaya sewa mahal.
Fokus pada Pengembangan AutoPark
Sebagai upaya restrukturisasi, Li Auto mengedepankan pengembangan dealer di kawasan AutoPark. Model AutoPark menyediakan ruang besar dengan biaya sewa yang lebih rendah. Fasilitas ini mengintegrasikan layanan penjualan, pengiriman, dan perawatan kendaraan dalam satu lokasi.
Penggabungan layanan ini mempercepat proses pelayanan dan mengurangi pengeluaran operasional. Perusahaan menjelaskan bahwa penutupan dealer hanya berlaku pada outlet yang tidak efisien dan berada di pusat perbelanjaan. Klaim terkait penutupan massal dan pemecatan karyawan secara luas telah dibantah oleh Li Auto.
Pergerakan Kinerja Penjualan Li Auto
Penurunan penjualan menjadi alasan utama penutupan dealer. Pada 2023, Li Auto berhasil menjual 376.030 unit kendaraan, meningkat tajam sebesar 182,21 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, penjualan kembali meningkat 33,1 persen menjadi 500.508 unit.
Namun, tren ini berubah pada 2025 dengan penjualan turun 18,81 persen menjadi 406.343 unit. Penurunan ini menunjukkan tekanan dari kompetisi pasar dan kebutuhan efisiensi dalam pengelolaan jaringan distribusi. Situasi ini menjadi sinyal bagi perusahaan untuk segera menyesuaikan strategi bisnisnya.
Target dan Strategi Penjualan 2026
Li Auto memasang target ambisius dengan menargetkan penjualan 550.000 unit, meningkat 40 persen dari capaian 2025. Target ini diiringi dengan penutupan dealer yang tidak efisien dan fokus pada perluasan jaringan AutoPark untuk menekan biaya dan menyederhanakan operasi.
Berikut rincian penjualan Li Auto dari 2023 hingga target 2026:
- 2023: 376.030 unit (pertumbuhan 182,21 persen)
- 2024: 500.508 unit (pertumbuhan 33,1 persen)
- 2025: 406.343 unit (penurunan 18,81 persen)
- 2026 (target): 550.000 unit (target pertumbuhan 40 persen)
Penutupan dealer yang tidak efisien diimbangi dengan strategi konsolidasi pada dealer AutoPark diharapkan memperbesar peluang perbaikan kinerja penjualan. Langkah ini juga menandai adaptasi Li Auto terhadap dinamika pasar otomotif yang menuntut efisiensi dan optimalisasi lokasi.
Pemangkasan dealer menjadi bagian dari perubahan strategi untuk menjaga daya saing di tengah tantangan pasar kendaraan listrik yang terus berkembang. Dengan fokus pada model AutoPark, Li Auto berupaya menciptakan jaringan distribusi yang lebih optimal dan berkelanjutan pada era otomotif modern.
Perusahaan tampak menempatkan efisiensi operasional dan penyederhanaan jaringan sebagai prioritas utama untuk merespons tekanan pasar yang semakin ketat. Penguatan jaringan dealer di AutoPark dipandang sebagai langkah strategis dalam menghadapi tren pasar serta mempertahankan pertumbuhan bisnis ke depan.





