Li Auto Tutup 100 Toko Berkinerja Rendah di China, Fokus Efisiensi dan AutoPark 2026

Li Auto, produsen kendaraan listrik asal China, akan menutup sekitar 100 toko berkinerja rendah pada paruh pertama 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya restrukturisasi jaringan ritel demi mengatasi tekanan penjualan dan biaya operasional yang meningkat.

Perusahaan masih mengoperasikan 548 pusat ritel milik sendiri yang tersebar di 159 kota. Namun, ketika dihitung bersama mitra berbasis aset ringan melalui program Rencana Bintang Seratus Kota, jumlah total toko mencapai 904 gerai. Strategi ini menunjukkan kombinasi toko milik sendiri dan kemitraan lokal dalam memperluas pasar.

Alasan Penutupan Toko

Toko-toko yang akan ditutup mayoritas berlokasi di pusat perbelanjaan dengan biaya sewa tinggi dan hasil penjualan yang tidak memadai. Li Auto lebih fokus pada pengembangan pusat AutoPark yang menawarkan biaya sewa lebih rendah dan fasilitas lebih lengkap. Lokasi AutoPark memungkinkan penjualan, pengiriman, dan layanan perawatan kendaraan dilakukan dalam satu area.

Model seperti AutoPark memberikan efisiensi operasional yang lebih baik dibandingkan toko-toko yang tersebar di lokasi premium. Dengan cara ini, perusahaan bisa menekan pengeluaran sekaligus memberikan kemudahan layanan bagi pelanggan.

Strategi Efisiensi dan Perluasan Pasar

Program Rencana Bintang Seratus Kota menjadi cara Li Auto untuk memperluas jaringan melalui kemitraan aset ringan. Dalam model ini, perusahaan berbagi biaya renovasi dan peralatan dengan mitra lokal. Pendekatan ini mendorong penetrasi di kota tingkat tiga dan empat dengan risiko investasi yang lebih rendah.

Strategi kemitraan ini mendukung upaya efisiensi dan pengembangan pasar yang lebih cepat dibanding mengandalkan toko milik sendiri sepenuhnya. Li Auto menegaskan penutupan toko tidak akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja besar-besaran karena hanya melibatkan sejumlah gerai dengan kinerja kurang.

Kinerja Penjualan dan Tantangan yang Dihadapi

Sepanjang tahun berjalan, Li Auto mengalami fluktuasi dalam pengiriman kendaraan. Pada kuartal keempat, perusahaan berhasil mengirimkan 109.194 unit kendaraan. Total pengiriman tahun ini mencapai sekitar 406.000 unit, menurun 18,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan penjualan dan kenaikan biaya operasional menjadi faktor utama di balik keputusan efisiensi. Restrukturisasi jaringan toko diharapkan mampu mengurangi beban biaya dan meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Jumlah pengiriman pada Desember sekitar 44.246 unit menunjukkan perusahaan masih menjaga volume distribusi secara stabil di tengah tantangan pasar. Fokus pada lokasi yang lebih efisien dan kemitraan lokal memungkinkan Li Auto mempertahankan daya saing.

Peta Jaringan Ritel Li Auto

Untuk memudahkan pemahaman, berikut peta jaringan ritel Li Auto saat ini:

  1. Toko milik sendiri: 548 gerai di 159 kota.
  2. Toko mitra berbasis aset ringan: total mencapai 904 gerai termasuk mitra lokal.
  3. Program Rencana Bintang Seratus Kota: memperluas jaringan di kota tingkat tiga dan empat.
  4. Fokus pengembangan pusat AutoPark untuk efisiensi operasional dan layanan terpadu.

Penyesuaian jaringan ini menyesuaikan kondisi pasar yang semakin kompetitif. Li Auto berupaya mengganti toko dengan biaya tinggi dan kinerja rendah dengan model operasional yang lebih efisien dan fleksibel.

Proses penutupan dan penataan ulang gerai akan dilakukan secara bertahap sepanjang paruh pertama 2026. Langkah ini bertujuan supaya layanan kepada pelanggan tidak terganggu secara signifikan. Pengalihan fokus ke AutoPark dan kemitraan juga diharapkan meningkatkan pengalaman pengguna dan memperluas akses kendaraan listrik Li Auto.

Dengan strategi ini, Li Auto tidak hanya memaksimalkan efisiensi biaya tetapi juga memperkuat jaringan distribusi di pasar yang potensial. Hal tersebut menjadi kunci dalam menjaga perkembangannya di industri otomotif listrik China yang sangat dinamis. Restrukturisasi jaringan ritel adalah adaptasi cerdas terhadap tekanan ekonomi dan perubahan perilaku konsumen saat ini.

Exit mobile version