Lepas Indonesia mengungkap penyebab salah satu komponen pada mobil Lepas L8 copot saat uji coba di Sirkuit Indonesia Safety Driving Centre (ISDC), Tangerang Selatan. Komponen yang bermasalah adalah constant velocity joint (CV Joint) pada as roda kanan, yang mengalami tekanan ekstrem akibat melewati speed bump dengan kecepatan tinggi secara berulang.
Menurut Lalu Indra, Product Manager Lepas Indonesia, CV Joint berfungsi menyalurkan tenaga dari transmisi ke roda depan. Komponen ini mendapatkan beban besar karena uji coba dilakukan tanpa jeda istirahat dalam waktu singkat dengan kecepatan lebih dari 80 km/jam melewati polisi tidur.
Indra menilai kerusakan ini wajar terjadi pada kondisi pengujian yang ekstrem. “Apapun mobilnya pasti mengalami hal yang sama jika diterpa getaran dan kecepatan tinggi secara terus-menerus,” jelasnya. Hal ini menegaskan bahwa bukan hanya Lepas L8 yang rentan terhadap kerusakan serupa dalam uji ketahanan ekstrem.
Detail Uji Coba dan Tujuan Pengujian
Uji coba yang dilakukan tidak hanya untuk pengujian biasa, tapi untuk mengukur ketahanan mobil dalam kondisi di luar penggunaan harian normal. Ricky He, Deputy Country Director Lepas Indonesia, menjelaskan bahwa event ini merupakan bagian dari Lepas L8 Driving Control Challenge. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada awak media merasakan langsung karakter berkendara Lepas L8 sekaligus mengumpulkan masukan sebagai dasar penyempurnaan produk.
Ricky menambahkan, kerusakan CV Joint terjadi hanya pada satu unit dari lima kendaraan yang diuji. “Kondisi ini tidak mewakili kualitas seluruh lini produk Lepas L8 dan saat ini sedang ditinjau ulang secara internal,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen Lepas Indonesia dalam menjaga standar keselamatan dan kualitas tinggi pada setiap produk.
Penyebab Teknis Kerusakan CV Joint
CV Joint merupakan komponen vital yang harus mampu menerima tekanan saat mobil berakselerasi atau melewati medan berat. Namun, pada uji ini, kecepatan tinggi saat menekan speed bump secara berulang dalam waktu singkat menyebabkan komponen mengalami kelelahan material. Kondisi tersebut mempercepat kerusakan karena tidak ada waktu bagi CV Joint untuk pulih dari getaran dan tekanan berlebih.
Fakta Penting Terkait Kejadian Lepasnya CV Joint Lepas L8:
- Komponen yang copot adalah constant velocity joint di as roda kanan.
- Uji coba berlangsung di Sirkuit ISDC Pusdik Lantas Lemdiklat Polri Serpong.
- Kecepatan uji lebih dari 80 km/jam melewati speed bump secara berulang.
- Tekanan ekstrem membuat CV Joint mengalami stres berlebihan hingga copot.
- Kerusakan telah terjadi lebih dari 10 kali selama dua jam uji coba.
- Unit yang diuji merupakan produksi final, bukan prototipe.
- Kerusakan hanya ditemukan pada satu unit dari lima unit yang diuji.
- Lepas Indonesia berkomitmen melakukan evaluasi dan perbaikan produk.
Makna Pengujian Ekstrem dalam Industri Otomotif
Insiden lepasnya CV Joint Lepas L8 ini memberikan wawasan berharga mengenai pentingnya pengujian ekstrem untuk mengidentifikasi titik lemah kendaraan. Proses pengujian intensif membantu produsen mengetahui batas ketahanan komponen serta mendorong perbaikan teknis. Dengan demikian, ketahanan kendaraan dapat terjamin pada berbagai kondisi jalan yang menantang.
Lepas Indonesia menyatakan akan menjadikan evaluasi kejadian ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menyempurnakan produk. Fokusnya adalah menghadirkan kendaraan yang handal, aman, dan menyenangkan saat dikendarai, meski menghadapi rintangan seperti speed bump di jalan sehari-hari.
Upaya Lepas Indonesia Menjaga Kualitas
Proses pengujian dan dialog terbuka dengan pengguna serta media menjadi kunci inovasi kendaraan yang memenuhi standar kualitas tertinggi. Lepas Indonesia menganggap masukan dari uji coba ini sebagai bahan penting untuk melakukan penyempurnaan produk ke depan. Hal ini menunjukkan komitmen serius untuk menjaga reputasi dan keamanan seluruh lini produk Lepas di pasar otomotif Indonesia.
Dengan meningkatkan daya tahan dan kualitas komponen seperti CV Joint, Lepas Indonesia berharap dapat memberikan pengalaman berkendara optimal bagi konsumen. Kesiapan menghadapi tantangan jalan nyata menjadi fokus utama dalam pengembangan kendaraan, memastikan performa dan keselamatan tetap prima.
Artikel ini memperlihatkan bahwa kejadian seperti lepasnya CV Joint bukanlah kegagalan produk biasa, melainkan bagian dari proses pengujian intensif yang berfungsi menguatkan pondasi inovasi teknis. Lepas Indonesia berupaya terus menyempurnakan kualitas demi memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna kendaraan di Indonesia.





