iQOO 15R Vs POCO F8 Pro, Skor Gahar Atau Kamera Tajam di Rp9 Jutaan?

Di kelas harga Rp9 jutaan, iQOO 15R dan POCO F8 Pro menjadi dua nama yang paling sering muncul saat konsumen mencari ponsel kencang dengan fitur premium. Pertarungan keduanya menarik karena satu unggul di skor performa, sementara yang lain lebih kuat di sektor kamera.

Bagi pembeli yang ingin tahu mana yang lebih layak dibawa pulang, jawabannya tidak sesederhana memilih yang paling mahal atau yang paling baru. iQOO 15R lebih agresif di angka benchmark, sedangkan POCO F8 Pro menawarkan konfigurasi kamera yang lebih lengkap untuk penggunaan harian yang lebih fleksibel.

Posisi keduanya di kelas Rp9 jutaan

Persaingan di segmen menengah premium memang makin padat, dan dua model ini hadir dengan target pengguna yang hampir sama. iQOO 15R dirilis di Indonesia pada 26 Februari, sedangkan POCO F8 Pro lebih dulu hadir pada 4 Februari.

Keduanya menyasar pengguna yang butuh tenaga besar untuk gaming, multitasking, dan kebutuhan produktivitas berat. Di kelas ini, konsumen biasanya mencari ponsel yang tidak hanya cepat, tetapi juga punya layar bagus, pendinginan stabil, dan kamera yang masih bisa diandalkan.

Performa: iQOO 15R lebih galak di angka

Dari sektor dapur pacu, keduanya sama-sama memakai platform kelas flagship Qualcomm. Namun, iQOO 15R tampil lebih menonjol karena membawa Snapdragon 8 Gen 5 yang dipadukan dengan Supercomputing Chip Q2 untuk mendukung grafis.

Berdasarkan data referensi, skor AnTuTu V11 iQOO 15R mencapai sekitar 3.588.128 poin. Angka itu berada di atas POCO F8 Pro yang mencatat sekitar 3.284.129 poin dengan Snapdragon 8 Elite.

Selisih ini memang tidak kecil, terutama bagi pengguna yang terbiasa mengejar angka performa. Dalam skenario gaming kompetitif dan pemakaian berat berkelanjutan, kombinasi chipset dan chip grafis tambahan pada iQOO 15R membuatnya terasa lebih siap untuk tugas ekstrem.

Faktor pendukung performa yang ikut menentukan

Performa puncak bukan hanya soal chipset. Komponen pendukung seperti RAM, storage, dan sistem pendingin juga ikut menentukan apakah ponsel bisa menjaga kecepatan dalam waktu lama.

iQOO 15R dibekali RAM LPDDR5X Ultra, penyimpanan UFS 4.1, dan sistem pendingin VC 6.5K IceCore dengan area pendinginan hingga 6.500 mm². POCO F8 Pro juga memakai RAM LPDDR5X, storage UFS 4.1, serta teknologi pendingin LiquidCool IceLoop 3D untuk menjaga suhu tetap terkendali.

Dalam pemakaian harian, keduanya sama-sama terasa sangat cepat. Aktivitas seperti membuka media sosial, berpindah aplikasi, menonton video, dan bermain game populer tidak akan menjadi masalah besar bagi dua perangkat ini.

Berikut gambaran ringkas sisi performa yang paling relevan:

  1. iQOO 15R unggul di skor benchmark.
  2. POCO F8 Pro tetap sangat kencang untuk gaming dan multitasking.
  3. iQOO 15R punya chip tambahan untuk pengolahan grafis.
  4. Keduanya sama-sama memakai storage UFS 4.1 untuk akses data cepat.

Kamera: POCO F8 Pro lebih lengkap dan fleksibel

Jika fokus utama ada pada kamera, POCO F8 Pro terlihat lebih meyakinkan. Alasannya sederhana, perangkat ini membawa tiga kamera belakang, sedangkan iQOO 15R hanya dua kamera belakang.

POCO F8 Pro mengusung kamera utama 50MP dengan OIS, kamera telefoto 50MP dengan zoom hingga 5x, serta kamera ultrawide 8MP. Di depan, ada kamera 20MP yang masih cukup layak untuk swafoto dan panggilan video.

Konfigurasi itu memberi keuntungan praktis yang nyata. Kamera telefoto 50MP membuat pengguna bisa memotret objek dari jarak lebih jauh tanpa bergantung sepenuhnya pada zoom digital.

iQOO 15R juga tidak bisa dibilang lemah. Ponsel ini membawa kamera utama 50MP dengan sensor Sony LYT-700V dan OIS, kamera ultrawide 8MP, serta kamera depan 32MP.

Itu berarti iQOO 15R justru lebih unggul di kamera depan jika dibandingkan POCO F8 Pro. Bagi pengguna yang sering membuat konten selfie, video call, atau kamera depan untuk kebutuhan media sosial, resolusi yang lebih tinggi bisa menjadi pertimbangan penting.

Perbandingan singkat spesifikasi utama

Aspek iQOO 15R POCO F8 Pro
Chipset Snapdragon 8 Gen 5 + Q2 Snapdragon 8 Elite
Skor AnTuTu V11 3.588.128 3.284.129
RAM LPDDR5X Ultra LPDDR5X
Storage UFS 4.1 UFS 4.1
Pendingin VC 6.5K IceCore 6.500 mm² LiquidCool IceLoop 3D
Kamera belakang 50MP OIS + 8MP ultrawide 50MP OIS + 50MP telefoto 5x + 8MP ultrawide
Kamera depan 32MP 20MP

Data di atas menunjukkan arah yang jelas. iQOO 15R lebih menekan performa mentah, sedangkan POCO F8 Pro lebih menonjol di kelengkapan kamera belakang.

Siapa yang cocok memilih iQOO 15R?

iQOO 15R paling pas untuk pengguna yang menomorsatukan kecepatan. Gamer berat, pengguna emulasi, dan pembeli yang ingin ponsel dengan skor tinggi di benchmark akan lebih mudah tertarik pada perangkat ini.

Keunggulan sistem pendingin yang besar juga membuatnya menarik bagi mereka yang sering memainkan game lama dalam sesi panjang. Dengan kombinasi performa tinggi dan grafis yang didukung chip tambahan, iQOO 15R terasa lebih fokus pada tenaga maksimal.

Siapa yang lebih cocok memilih POCO F8 Pro?

POCO F8 Pro lebih cocok bagi pengguna yang ingin paket lebih seimbang. Ponsel ini tetap bertenaga, tetapi kamera belakangnya jauh lebih fleksibel karena sudah ada telefoto 50MP dengan zoom 5x.

Fitur itu penting bagi pengguna yang sering memotret objek jauh, merekam momen harian, atau ingin hasil foto yang lebih variatif tanpa harus mengandalkan kamera utama saja. Dalam konteks pemakaian umum, fleksibilitas kamera sering kali terasa lebih berguna daripada selisih performa yang hanya muncul di angka benchmark.

Pertimbangan akhir di kelas Rp9 jutaan

Di rentang harga Rp9 jutaan, keputusan membeli sering kali ditentukan oleh kebiasaan penggunaan. Jika prioritas utama adalah game berat, FPS tinggi, dan skor performa, iQOO 15R terlihat lebih meyakinkan.

Namun, jika yang dicari adalah ponsel kencang dengan kamera yang lebih serbaguna, POCO F8 Pro punya keunggulan yang lebih mudah dirasakan dalam penggunaan sehari-hari. Dengan karakter yang berbeda itu, posisi keduanya tidak saling meniadakan, melainkan menawarkan pilihan yang lebih spesifik sesuai kebutuhan pengguna.

Exit mobile version