Apple dikabarkan akan melakukan perubahan desain yang cukup revolusioner pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dengan menempatkan kamera depan di pojok kiri atas layar. Berbeda dengan model-model sebelumnya yang mengusung desain simetris dengan notch atau Dynamic Island di tengah atas layar, langkah ini menjadi perubahan paling signifikan sejak iPhone X diluncurkan pada 2017.
Menurut laporan dari The Information, Apple kini tengah mengembangkan teknologi Face ID yang sebagian besar komponennya dapat ditempatkan di bawah layar AMOLED. Hanya kamera depan yang akan muncul sebagai punch-hole kecil di pojok kiri. Penerapan ini tidak hanya menghilangkan cutout besar di tengah layar, tetapi juga memungkinkan layar terlihat lebih full-screen dan imersif.
Transformasi Desain iPhone: Dari Notch Hingga Punch-Hole di Pojok
Sejak 2017, desain depan iPhone mengalami tiga fase utama:
- Notch (2017-2021): Dimulai dengan iPhone X hingga iPhone 13, menghadirkan potongan di tengah atas layar untuk kamera dan sensor Face ID.
- Dynamic Island (2022-2025): Memperkenalkan area interaktif yang berada di tengah layar sebagai penyamaran notch di iPhone 14 Pro hingga iPhone 17 Pro.
- Desain Asimetris (Diperkirakan 2026): iPhone 18 Pro menghadirkan kamera di pojok kiri atas dengan sensor Face ID di bawah layar.
Perubahan ini bukan hanya soal estetika semata, melainkan juga menandakan kemajuan teknologi Face ID under-display yang sudah dikembangkan Apple sejak 2020. Dengan teknologi baru ini, komponen penting Face ID seperti dot projector dan sensor kedalaman disembunyikan sehingga memberikan tampilan layar tanpa gangguan visual besar.
Alasan Kamera Depan Dipindahkan ke Pojok Kiri
Pemilihan posisi kamera depan di pojok kiri atas memiliki alasan teknis dan estetika yang kuat:
- Memberi ruang optimal bagi komponen Face ID yang dipasang di bawah layar.
- Membuat tampilan layar lebih bersih tanpa cutout besar di tengah, sehingga pengalaman menonton video atau bermain game menjadi lebih imersif.
- Memberi ciri khas visual yang berbeda dan tetap mempertahankan identitas Apple dengan pendekatan yang belum pernah ada di smartphone lain, meski mirip punch-hole Android.
Meskipun desain asimetris ini melanggar prinsip simetri yang selama ini menjadi ciri khas Apple, langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menghadirkan inovasi yang fungsional dan estetis.
Akhir Era Dynamic Island?
Teknologi under-display pada Face ID juga menandai berakhirnya era Dynamic Island yang selama ini menjadi ciri khas iPhone Pro sejak 2022. Dengan komponen biometrik tersembunyi di bawah layar, Dynamic Island yang biasanya menempati ruang di tengah layar tidak lagi diperlukan secara hardware. Namun, Apple diprediksi tetap akan mempertahankan konsep interaktif Dynamic Island secara software untuk fitur notifikasi dan widget pintar.
Inovasi Kamera Belakang: Aperture Variabel
Selain perubahan desain depan, iPhone 18 Pro juga dikabarkan membawa inovasi pada kamera belakangnya dengan menghadirkan aperture variabel. Teknologi ini memungkinkan lensa mengubah ukuran bukaan aperture fisik, menawarkan keuntungan seperti:
- Membuat efek bokeh alami dengan kontrol depth of field yang lebih baik.
- Meningkatkan performa kamera pada kondisi minim cahaya.
- Menyesuaikan eksposur secara real-time sesuai kondisi.
Fitur aperture variabel saat ini sudah digunakan di beberapa flagship seperti Samsung Galaxy S23 Ultra dan Huawei P60 Pro. Kehadiran teknologi ini di iPhone menjadi bukti bahwa Apple mulai mengutamakan inovasi hardware optik, tidak hanya mengandalkan software pemrosesan gambar.
Persiapan Peluncuran iPhone Lipat pada 2026
Selain iPhone 18 series, Apple juga diperkirakan meluncurkan iPhone lipat pertamanya pada September 2026. Model ini akan menampilkan layar lipat dengan ukuran sekitar 5,3 inci saat tertutup dan 7,7 inci saat dibuka, dengan rasio aspek unik untuk kenyamanan genggaman dan produktivitas. Desain yang lebih kotak dan kompak ini berbeda dari model Samsung atau Huawei dan menekankan portabilitas sehari-hari.
Respon Pengguna terhadap Desain Asimetris
Penggantian desain simetris dengan posisi kamera di pojok kiri memang berisiko menimbulkan reaksi beragam. Namun, sejarah Apple menunjukkan perusahaan ini tidak ragu mengambil langkah drastis demi peningkatan teknologi, seperti penghilangan jack audio di iPhone 7 atau transisi ke port USB-C di iPhone 15.
Jika Apple mampu menunjukkan bahwa desain baru ini meningkatkan pengalaman pengguna dan performa, maka kemungkinan besar konsumen akan menerima perubahan tersebut seperti saat mereka menerima notch dan Dynamic Island sebelumnya.
Bukti terbaru menunjukkan Apple mengadopsi strategi desain yang lebih berani, menandai titik balik penting dalam evolusi iPhone. Dengan teknologi Face ID under-display, kamera depan di pojok kiri, serta peningkatan kamera belakang dan inovasi iPhone lipat, tahun 2026 diprediksi menjadi masa transformasi terbesar bagi produk iPhone sejak diluncurkannya lini smartphone ini pada 2007.





