Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 siap digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan target transaksi mencapai Rp8 triliun dan jumlah pengunjung hingga 570 ribu orang. Acara ini berlangsung selama 11 hari, dari tanggal 5 hingga 15 Februari, dengan harapan mampu mengembalikan semangat pasar otomotif nasional pada awal tahun.
Target transaksi tersebut mencakup penjualan kendaraan roda empat, roda dua, serta produk pendukung industri otomotif. Pada penyelenggaraan IIMS 2025, transaksi tercatat sekitar Rp8 triliun dengan lebih dari 22 ribu surat pemesanan kendaraan (SPK).
Perluasan Area Pameran
Luas area IIMS 2026 bertambah signifikan menjadi 156.170 meter persegi, meningkat dari 133.547 meter persegi pada tahun sebelumnya. Penambahan ruang ini memungkinkan penampungan peserta dan produk yang lebih banyak sekaligus memberikan pengalaman yang lebih lengkap kepada pengunjung.
Grand Hall disiapkan khusus untuk merek aksesoris anggota Perhimpunan Pengusaha Aksesoris Mobil Indonesia (PAHAMI), serta pelaku industri pendukung lainnya. Selain itu, area Gambir Expo dan sekitarnya akan dijadikan lokasi Indonesia Boating Gathering (IBG) sebagai atraksi tambahan di luar display kendaraan.
Pembagian area ditempatkan secara strategis dengan produk mobil berada hingga Hall C3 dan sepeda motor di Hall C1 dan C2. Konfigurasi ini mendukung variasi produk yang lebih luas dan memudahkan pengunjung dalam menjelajahi pameran.
Peningkatan Jumlah Merek Peserta
IIMS 2026 menghadirkan peningkatan jumlah peserta roda empat menjadi 35 merek, naik dari 32 merek tahun lalu. Merek motor juga bertambah dari 24 menjadi 26 merek. Pendatang baru dari Tiongkok seperti Changan, iCar, Lepas, dan Zeekr turut berpartisipasi dalam pameran ini.
Penambahan merek dan peserta diyakini semakin memperkuat posisi IIMS sebagai event otomotif terbesar di Indonesia dan sebagai pemicu geliat pasar di kuartal pertama.
Situasi Pasar Otomotif Nasional
Walaupun pasar otomotif nasional mengalami penurunan sepanjang tahun sebelumnya, keyakinan tetap tinggi pada potensi IIMS 2026 untuk menggerakkan kembali permintaan. Data wholesales kendaraan roda empat menunjukkan penurunan 7,2 persen secara tahunan menjadi 803.687 unit, dan penjualan ritel turun 6,3 persen mencapai 833.692 unit.
Dalam konteks ini, IIMS diharapkan berperan sebagai katalisator ambisius guna meningkatkan gairah pembelian dan memberikan sentuhan positif pada kinerja pasar di awal tahun.
Target IIMS 2026 Secara Ringkas
| Aspek | Target IIMS 2026 | Data IIMS 2025 |
|---|---|---|
| Total transaksi | Rp8 triliun | Rp8 triliun |
| Jumlah pengunjung | 570.000 orang | – |
| Luas area pameran | 156.170 m² | 133.547 m² |
| Merek mobil peserta | 35 merek | 32 merek |
| Merek motor peserta | 26 merek | 24 merek |
| Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) | – | 22.322 unit |
Inovasi dan Ragam Program Pendukung
Selain memamerkan kendaraan terbaru, IIMS 2026 juga menyediakan berbagai program pendukung dan kegiatan interaktif. Hal ini dirancang untuk memberikan pengalaman lebih kaya bagi pengunjung sekaligus mendukung pemasaran produk secara efektif.
Penyelenggara fokus pada kualitas peserta dan program agar acara berlangsung maksimal. Dengan demikian, IIMS tidak hanya menjadi platform pameran, tetapi juga medium penting untuk menunjang pertumbuhan industri otomotif Indonesia di tengah kondisi pasar yang menantang.
Dukungan Industri dan Peluang Pasar
Kehadiran pelaku industri aksesoris dan peserta dari berbagai segmen menunjang keberagaman produk dan inovasi dalam event ini. Penambahan merek kendaraan dari berbagai negara memberi peluang bagi pengunjung untuk melihat dan membandingkan berbagai teknologi dan pilihan produk terbaru.
Peningkatan area dan jumlah peserta diharapkan menjadi daya tarik tambahan yang mendorong lebih banyak pengunjung dan transaksi selama pameran tersebut berlangsung. Semangat ini menjadi indikasi positif bagi pemangku kepentingan industri otomotif untuk memperkuat bisnis mereka di Indonesia.
IIMS 2026 disiapkan sebagai momentum penting untuk mengoreksi tren penurunan dalam penjualan kendaraan yang terjadi selama tahun sebelumnya. Dengan strategi yang matang dan dukungan penuh dari para pelaku industri, event ini mampu berkontribusi signifikan pada pemulihan pasar otomotif di Indonesia.





