Hyundai Motor Group bersiap meluncurkan serangkaian model baru dan inovasi teknologi dari 2026 hingga 2036. Grup otomotif ini menargetkan penjualan global mencapai 4,16 juta unit, melonjak sedikit dibandingkan capaian sebelumnya sebanyak 4,14 juta unit. Fokus utama Hyundai adalah memperkuat posisinya di pasar global, terutama di wilayah yang menantang seperti China, serta memperluas lini kendaraan listrik (EV).
Strategi dan Model Baru di Pasar China
Pasar China yang pernah mengalami penurunan kini menunjukkan tanda pemulihan dengan kenaikan penjualan 21 persen pada Desember, mencapai 13.007 unit. Model Elantra yang diadaptasi untuk preferensi lokal berhasil menembus peringkat 94 penjualan di negara tersebut. Selain itu, SUV EO berbasis platform E-GMP dipasarkan sebagai Elexio dengan harga ekspor yang jauh lebih tinggi dibandingkan pasar domestik China. Hyundai juga berencana meluncurkan sedan listrik baru pada sekitar September. Langkah ini untuk semakin memperkuat inovasi dalam segmen kendaraan listrik di China.
Kolaborasi Hyundai dan General Motors untuk Amerika Latin
Hyundai bersama General Motors sedang mengembangkan empat model kendaraan untuk pasar Amerika Selatan dan Tengah. Produk yang akan hadir meliputi sebuah pikap berukuran sekelas Ford Ranger, serta tiga model lain berupa pikap, sedan, dan SUV. Semua kendaraan ini menawarkan pilihan mesin bensin dan hybrid. Kolaborasi ini menunjukkan strategi Hyundai memperkuat penetrasi kendaraan bermesin pembakaran internal sekaligus elektrifikasi di wilayah ini.
Peremajaan Produk Global Hyundai
Hyundai berencana memperbarui model-model utama mulai dari i10 generasi terbaru yang direncanakan rilis pada pertengahan 2026. Model i20 generasi berikutnya hadir pada 2027 dengan opsi mesin hybrid 1.6 liter pada varian N. Lini i30 tetap diproduksi hingga 2029 dengan pembaruan ketiga, menegaskan komitmen menjaga hatchback konvensional di Eropa. Sedan Elantra/Avante generasi baru akan dirilis pada Oktober 2026 dengan desain retro, menyasar pasar Korea dan Amerika Serikat tahun berikutnya. Model Sonata yang sudah relatif tua rencananya mendapat facelift lanjutan, dengan penerus hadir pada 2029. Sedangkan Grandeur, sedan mewah Hyundai, kemungkinan akan berhenti produksi jika kondisi penjualan tak membaik.
Fokus pada SUV dan Mobil Listrik
SUV tetap menjadi tulang punggung Hyundai. Venue generasi kedua yang diluncurkan pada akhir 2025 akan diproduksi hingga 2032 di India. Sementara Bayon akan menggantikan Hyundai SUV di Eropa pada 2027, diproduksi di Turki. Di India, Hyundai juga mengembangkan SUV bermesin hybrid untuk pasar lokal dan ekspor. Palisade, SUV ukuran besar dengan teknologi turbo hybrid, akan mendapatkan facelift pada 2028 dan penerus direncanakan hadir pada akhir 2031. Varian high-roof Palisade juga akan dipasarkan untuk pasar Korea.
Generasi kedua Hyundai Casper dan Inster EV dijadwalkan debut pada 2028. Casper Electric saat ini kurang diminati di Korea, tetapi Inster cukup sukses di pasar Eropa. Hyundai India tengah menyiapkan EV baru berbasis proyek HE1i yang akan dikenal lebih luas pada 2026. Ioniq 2 yang merupakan kendaraan listrik segmen B dari platform E-GMP akan diperkenalkan di Eropa pada Agustus, bersaing berdampingan dengan Kia EV2. Ioniq 3, di kelas menengah, bakal diluncurkan pada akhir 2026 dengan dimensi sebanding Volkswagen ID.3, menargetkan pasar utama di Jerman, Inggris, dan Skandinavia.
Model Spesial dan Teknologi Masa Depan Hyundai
Hyundai Ioniq 6, meski didesain aerodinamis, kurang diminati di Korea dengan penjualan sekitar 5.000 unit tahun lalu. Sebaliknya, Nexo, SUV bertenaga sel bahan bakar hidrogen, menunjukkan performa lebih baik dengan penjualan 5.678 unit di Korea. Nexo direncanakan akan digantikan oleh model baru pada 2032. Ioniq 9, SUV listrik besar yang diproduksi di Georgia, Amerika Serikat, menandai ekspansi kapasitas produksi Hyundai Motor Group di Amerika menjadi 500.000 unit per tahun. Kapasitas ini akan digunakan untuk merek Genesis dan model listrik lainnya.
Rencana Produk dan Inovasi Hyundai Motor Group dalam Dekade Mendatang
Hyundai melaksanakan strategi beragam untuk menyesuaikan produk dengan tren pasar. Mereka mengombinasikan lini kendaraan konvensional, hybrid, dan listrik guna memenuhi kebutuhan konsumen global yang terus berubah. Pengembangan model serta inovasi teknologi yang dilakukan Hyundai bertujuan memperkuat posisinya sebagai pemain utama di pasar kendaraan mulai dari segmen kecil hingga SUV mewah.
Langkah ini juga menunjukkan komitmen Hyundai pada keberlanjutan dan teknologi mutakhir. Hyundai Motor Group terus berinvestasi pada produk yang mampu menjawab tantangan pasar global, khususnya dalam konteks elektrifikasi dan pengurangan emisi.
Secara keseluruhan, rencana Hyundai 2026-2036 mencerminkan upaya strategi yang matang. Perusahaan berupaya mempertahankan kelincahan dalam menghadapi perubahan tren otomotif, sambil memperkuat jangkauan pasar di Asia, Amerika Latin, Eropa, dan Amerika Serikat. Model-model baru dan teknologi inovatif yang akan mereka hadirkan diprediksi menjadi penentu daya saing Hyundai di era mobilitas masa depan.
