Harga BBM Turun Februari 2026: Daftar Lengkap Pertamina, Shell, BP & Vivo per 2 Februari

Memasuki awal Februari, harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penyesuaian harga ini berdampak pada beberapa merek besar seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo, yang mulai memberlakukan tarif baru lebih rendah di berbagai wilayah.

Penurunan harga BBM ini memberikan peluang bagi konsumen kendaraan bermotor untuk mengurangi pengeluaran bahan bakar. Terutama bagi pengguna BBM non-subsidi yang kerap merasakan langsung perubahan harga akibat dinamika pasar dan kebijakan energi nasional.

Harga BBM Pertamina Terbaru

Pertamina melakukan revisi tarif untuk berbagai jenis BBM non-subsidi sejak awal Februari. Penurunan harga terjadi hampir di semua varian dengan kisaran Rp100 sampai Rp700 per liter di wilayah Jawa. Berikut daftar lengkap harga BBM Pertamina per 2 Februari:

  1. Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
  2. Biosolar (CN 48): Rp6.800 per liter
  3. Pertamax (RON 92): Rp11.800 per liter
  4. Pertamax Turbo (RON 98): Rp12.700 per liter
  5. Pertamax Green 95 (RON 95): Rp12.450 per liter
  6. Dexlite (CN 51): Rp13.250 per liter
  7. Pertamina Dex (CN 53): Rp13.500 per liter

Harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil tanpa perubahan yaitu masing-masing di angka Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Ini memberi kepastian bagi konsumen yang menggunakan varian subsidi.

Penurunan Harga di Shell Indonesia

Shell juga menyesuaikan harga produk BBM mereka dengan pengurangan antara Rp80 hingga Rp760 per liter. Kebijakan ini mengikuti tren pasar untuk menjaga daya beli konsumen. Berikut harga terbaru BBM Shell:

  1. Shell Super (RON 92): Rp12.050 per liter
  2. Shell V-Power (RON 95): Rp12.500 per liter
  3. Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp12.720 per liter
  4. Shell V-Power Diesel (CN 51): Rp13.600 per liter

Penyesuaian harga ini diharapkan membantu konsumen mendapatkan BBM dengan kualitas premium namun harga lebih kompetitif.

BP-AKR Turunkan Tarif BBM

Jaringan SPBU BP-AKR juga mengikuti langkah penurunan harga BBM di awal bulan ini. Penurunan berkisar antara Rp260 hingga Rp690 per liter untuk varian utama yang ditawarkan secara nasional. Berikut detail harga BBM BP:

  1. BP 92 (RON 92): Rp12.050 per liter
  2. BP Ultimate (RON 95): Rp12.500 per liter
  3. BP Ultimate Diesel (CN 53): Rp13.600 per liter

Penurunan ini menunjukkan komitmen BP-AKR dalam memberikan keuntungan ekonomi kepada pemilik kendaraan di Indonesia.

Harga BBM Vivo Juga Menyesuaikan

Merek Vivo yang memiliki pilihan varian BBM lebih terbatas, turut melakukan penyesuaian harga dengan pengurangan antara Rp10 sampai Rp650 per liter. Berikut daftar harga BBM Vivo terbaru:

  1. Revvo 92 (RON 92): Rp12.700 per liter
  2. Revvo 95 (RON 95): Rp12.500 per liter
  3. Diesel Primus Plus (CN 51): Rp13.610 per liter

Penurunan harga ini memperkuat persaingan harga BBM di pasaran dan memberi konsumen lebih banyak opsi pilihan bahan bakar.

Variasi Harga BBM Pertamina di Berbagai Wilayah

Walaupun penurunan harga berlaku secara nasional, terdapat beberapa perbedaan tarif berdasarkan wilayah. Pertamina memastikan harga bersubsidi tetap stabil, namun varian non-subsidi adaptif terhadap kondisi pasar lokal. Berikut tabel harga BBM Pertamina di beberapa wilayah:

Wilayah Pertalite Pertamax Pertamax Turbo Biosolar Dexlite Pertamina Dex
Sumatera (Aceh, Sumut dll) Rp10.000 Rp12.100 Rp13.000 Rp6.800 Rp13.550 Rp13.800
Jawa & Bali (DKI Jakarta, Jatim dll) Rp10.000 Rp11.800 Rp12.700 Rp6.800 Rp13.250 Rp13.500
Kalimantan (Barat, Selatan dll) Rp10.000 Rp12.100 Rp13.000 Rp6.800 Rp13.550 Rp13.800
Maluku & Papua Rp10.000 Rp12.100 Rp6.800 Rp13.550 Rp13.800*

*Harga Pertamina Dex di wilayah Papua berlaku hanya di area tertentu.

Penyesuaian ini bertujuan mendistribusikan BBM dengan harga yang lebih merata dan kompetitif antarwilayah. Konsumen dapat mengandalkan harga baru ini untuk mengantisipasi pengeluaran bahan bakar kendaraan.

Dampak dan Implikasi Penurunan Harga BBM

Kebijakan menurunkan harga BBM di awal bulan menjadi tanda positif dalam pasar energi Indonesia. Berbagai merek besar menunjukkan respons cepat terhadap kondisi pasar global dan kebutuhan domestik. Pemerintah juga terus memonitor perkembangan harga guna menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat.

Pengguna kendaraan disarankan untuk selalu mengikuti pengumuman resmi dari SPBU dan instansi terkait agar memperoleh informasi valid mengenai harga BBM di wilayahnya. Penurunan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban konsumen, tetapi juga mendukung kelancaran mobilitas nasional dalam berbagai sektor ekonomi.

Dengan demikian, tren penurunan harga BBM yang terjadi kini memegang peranan penting dalam dinamika pasar sekaligus menjadi sinyal positif bagi berbagai pelaku usaha dan masyarakat luas di Indonesia.

Berita Terkait

Back to top button