UOB Indonesia bersama Ruangguru menghadirkan program edukasi coding dan literasi keuangan untuk siswa sekolah dasar melalui inisiatif UOB My Digital Space. Program ini dirancang untuk mempersempit kesenjangan digital sekaligus memberi akses pembelajaran yang lebih berkualitas bagi anak-anak di berbagai daerah.
Kolaborasi ini dijalankan secara berkelanjutan selama lima tahun dengan target menjangkau sekitar 90.000 pelajar di 500 sekolah yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Fokusnya tidak hanya pada pengenalan teknologi, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan belajar yang relevan untuk kehidupan masa depan.
Coding Masuk ke Ruang Kelas SD
Kehadiran coding di sekolah dasar menandai perubahan penting dalam cara pendidikan mengenalkan keterampilan abad 21. Anak-anak tidak lagi hanya dikenalkan pada penggunaan perangkat digital, tetapi juga pada cara berpikir yang lebih logis, terstruktur, dan kreatif.
Dalam kegiatan yang dijalankan bersama Ruangguru, siswa SD belajar dasar-dasar coding lewat pendekatan yang dibuat ringan dan menyenangkan. Mereka diberi ruang untuk memilih cerita, gambar, dan ide proyek sendiri, sehingga proses belajar terasa lebih personal dan tidak kaku.
Metode seperti ini penting karena anak-anak usia sekolah dasar cenderung lebih mudah menyerap materi jika disampaikan melalui praktik langsung. Saat mereka aktif menata alur, memilih elemen, dan melihat hasil karyanya, kemampuan problem solving ikut terbentuk secara alami.
Belajar Literasi Keuangan Sejak Dini
Selain coding, program ini juga memperkenalkan literasi keuangan kepada siswa sejak usia dini melalui sesi #YukNabung. Anak-anak diajak memahami bahwa uang perlu dikelola dengan bijak, bukan hanya dibelanjakan, tetapi juga disisihkan untuk tujuan tertentu.
UOB memperkenalkan Simpanan Pelajar atau SimPel sebagai produk tabungan yang dirancang khusus untuk anak-anak, lengkap dengan buku tabungan atas nama mereka sendiri. Langkah ini memberi pengalaman awal yang konkret tentang menabung dan membantu anak melihat hubungan antara kebiasaan kecil dan tujuan finansial jangka panjang.
Pengenalan literasi keuangan pada usia sekolah dasar menjadi relevan karena kebiasaan finansial biasanya dibentuk sejak dini. Saat anak memahami nilai menabung, mereka lebih mudah belajar membedakan kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan Tokoh Muda dan Pesan Soal Pola Pikir
Dalam program tersebut, Xaviera Putri ikut hadir dan membagikan pandangannya tentang pentingnya pola pikir dalam belajar. Ia menekankan bahwa kepintaran tidak hanya diukur dari hasil belajar formal, tetapi juga dari cara berpikir yang kreatif dan adaptif.
Xaviera mulai belajar coding sejak SMA dan menilai computational thinking sebagai bekal penting untuk menghadapi perkembangan teknologi. Menurutnya, kemampuan tersebut melatih seseorang berpikir logis, sistematis, dan siap memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang.
Ia juga menyoroti pentingnya disiplin waktu dan mental sebagai fondasi keberhasilan. Dalam konteks pendidikan digital, pesan ini penting karena anak-anak perlu belajar bahwa kemajuan tidak hanya bergantung pada motivasi sesaat, tetapi juga pada kebiasaan dan ketekunan.
Tiga Pilar yang Didorong UOB
Luke Ariefiandi Nugraha, Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, menjelaskan bahwa UOB menanamkan tiga pilar utama dalam program ini, yaitu seni, anak-anak, dan pendidikan. Ketiganya dipilih untuk membangun pengalaman belajar yang lebih menyeluruh bagi generasi muda.
Menurut Luke, anak-anak Indonesia perlu memiliki kemampuan teknologi yang melampaui coding semata. Mereka juga harus diperkuat dengan literasi digital, kemampuan berpikir komputasional, dan pemahaman terhadap risiko digital agar lebih siap bersaing secara global.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pendidikan digital tidak cukup hanya menyediakan perangkat. Anak-anak juga perlu dibimbing agar bisa menggunakan teknologi secara aman, produktif, dan bertanggung jawab.
Bantuan Laptop untuk Perkuat Proses Belajar
Selain materi pembelajaran, UOB Indonesia dan Ruangguru juga menyerahkan bantuan laptop secara simbolis ke sekolah-sekolah sasaran. Dukungan ini ditujukan untuk memperkuat proses pembelajaran digital, terutama di lingkungan yang masih membutuhkan sarana teknologi memadai.
Penguatan fasilitas menjadi penting karena akses perangkat sering kali menjadi salah satu hambatan utama dalam pemerataan pendidikan digital. Tanpa dukungan alat belajar, potensi program inovatif sulit menjangkau seluruh siswa secara efektif.
Program ini menjadi contoh bahwa pemerataan akses pendidikan harus berjalan bersama penguatan kapasitas belajar. Anak-anak tidak hanya perlu diajarkan materi baru, tetapi juga perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai agar proses belajar berjalan lancar.
Mengapa Program Ini Relevan untuk Masa Depan Anak
Perpaduan antara coding dan literasi keuangan menjawab dua kebutuhan penting generasi muda, yaitu kemampuan digital dan kecakapan mengelola sumber daya. Keduanya sangat relevan di tengah perubahan teknologi yang cepat dan tantangan ekonomi yang makin kompleks.
Berikut beberapa manfaat utama yang dapat dibangun dari program seperti ini:
- Melatih logika dan cara berpikir sistematis sejak dini.
- Membiasakan anak berani mencoba dan menyelesaikan masalah sendiri.
- Mengenalkan konsep menabung dan mengelola uang secara sederhana.
- Memberi pengalaman belajar digital yang lebih menyenangkan.
- Mendorong anak lebih siap menghadapi lingkungan yang serba teknologi.
Kombinasi pembelajaran tersebut juga membantu anak memahami bahwa kemampuan masa depan tidak hanya bergantung pada nilai akademik. Keterampilan praktis, kebiasaan finansial yang sehat, dan kemampuan beradaptasi akan semakin menentukan kesiapan mereka di jenjang pendidikan berikutnya.
Langkah Kecil yang Berdampak Panjang
Program UOB My Digital Space memperlihatkan bahwa investasi pendidikan anak tidak harus menunggu usia lebih tinggi. Saat sekolah dasar sudah diperkenalkan pada coding, literasi keuangan, dan pola pikir digital, fondasi belajar mereka menjadi lebih kuat.
Pendekatan yang memadukan teknologi, kreativitas, dan pengelolaan uang sejak awal memberi kesempatan bagi anak untuk tumbuh lebih percaya diri. Di saat yang sama, inisiatif ini menegaskan bahwa keterampilan digital dan finansial perlu berjalan bersama agar generasi muda Indonesia bisa menghadapi masa depan dengan lebih siap dan lebih cerdas.
