China resmi mewajibkan pemasangan Sistem Pengereman Darurat Otomatis (Automatic Emergency Braking/AEB) pada mobil niaga ringan mulai Januari 2028. Kebijakan ini memperluas cakupan penggunaan teknologi keselamatan yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi mobil penumpang.
Peraturan baru ini tertuang dalam standar nasional Technical Requirements and Test Methods for Automatic Emergency Braking Systems for Light Vehicles (GB 39901—2025). Standar ini mencakup kendaraan kategori M1 seperti sedan, SUV, MPV, serta N1 yang meliputi kendaraan niaga ringan dengan berat kotor maksimal 3,5 ton.
Fokus Standar Baru AEB
Kebijakan ini bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan yang rentan, seperti pejalan kaki, pesepeda, dan pengendara skuter listrik. Sistem AEB harus dapat mendeteksi potensi tabrakan di kecepatan antara 20 hingga 60 km/jam. Ketika risiko tabrakan ditemukan, sistem akan mengaktifkan pengereman otomatis dan memberikan peringatan nyata kepada pengemudi.
Teknologi AEB mengandalkan sensor canggih, seperti kamera dan radar gelombang milimeter. Sensor tersebut secara terus menerus memantau kondisi jalan di sekitar kendaraan. Saat terdeteksi bahaya, sinyal listrik langsung memicu pengereman agar kecelakaan dapat dicegah atau dampaknya diminimalisir.
Perkembangan Adopsi Teknologi AEB di China
Data tahun 2025 menunjukkan lebih dari 60 persen mobil penumpang baru di China telah dilengkapi fitur pengereman darurat otomatis. Peningkatan penerapan ini menunjukkan tren positif dalam mengintegrasikan teknologi keselamatan modern. Pemerintah menilai perluasan kewajiban AEB ke mobil niaga ringan sebagai langkah maju dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Kendaraan niaga ringan biasanya beroperasi di area padat dan perkotaan. Dengan adanya fitur pengereman otomatis, risiko tabrakan akibat kelalaian pengemudi dapat ditekan. Ini menjadi kontribusi nyata untuk meningkatkan keselamatan publik dan mengurangi fatalitas kecelakaan di jalan raya.
Isi Standar Pengereman Darurat Otomatis GB 39901—2025
- Cakupan Kendaraan: Berlaku untuk kategori M1 dan N1 dengan berat kotor sampai dengan 3,5 ton.
- Perlindungan Utama: Fokus melindungi pejalan kaki, pesepeda, serta pengguna skuter listrik.
- Kecepatan Deteksi: Sistem harus aktif dalam rentang 20-60 km/jam untuk identifikasi bahaya.
- Teknologi Sensor: Menggunakan kamera dan radar gelombang milimeter untuk pemantauan kondisi jalan.
- Status Fitur: Kini menjadi standar wajib, bukan sekadar opsi tambahan bagi produsen kendaraan.
Dampak dan Strategi Nasional
Regulasi ini merupakan bagian dari strategi keselamatan nasional China yang ditujukan untuk melindungi semua pengguna jalan terutama yang paling rentan. Penerapan AEB di kendaraan niaga ringan diharapkan mampu menurunkan angka kecelakaan secara nyata.
Teknologi pengereman otomatis memberikan waktu reaksi lebih cepat dibandingkan refleks pengemudi manusia. Hal ini meningkatkan peluang untuk menghindari kecelakaan fatal di kondisi jalan ramai atau situasi darurat.
Kontribusi Terhadap Keselamatan Global
Langkah China dalam mengimplementasikan kewajiban AEB pada kendaraan niaga ringan juga menegaskan komitmen global untuk mengurangi angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Dengan teknologi canggih yang mampu melakukan pengereman secara otomatis saat risiko tabrakan terdeteksi, keselamatan berkendara dapat ditingkatkan secara signifikan.
Pemerintah dan industri otomotif diharapkan bekerja sama untuk memastikan pemasangan dan operasi sistem AEB sesuai standar. Selain itu, penerapan regulasi ini dapat menjadi model bagi negara lain dalam mengadopsi kebijakan serupa demi perlindungan pengguna jalan.
Teknologi AEB sebagai Standar Masa Depan
Sistem pengereman darurat otomatis kini tidak hanya menjadi fitur tambahan tetapi berubah menjadi kebutuhan wajib di era kendaraan modern. Perkembangan sensor dan perangkat pengenalan objek memungkinkan mobil merespon cepat terhadap situasi berbahaya.
Dengan adopsi AEB yang meluas, kendaraan niaga ringan ikut berperan aktif dalam menurunkan risiko kecelakaan, terutama di lingkungan perkotaan yang padat dan sibuk. Hal ini juga mendorong inovasi teknologi keselamatan pada kendaraan komersial yang biasanya memiliki peran penting dalam distribusi dan mobilitas barang.
Kewajiban sistem pengereman darurat otomatis pada mobil niaga ringan akan mulai berlaku efektif sejak awal Januari 2028. Produsen kendaraan perlu menyesuaikan desain dan teknologi agar memenuhi standar GB 39901—2025. Kepatuhan terhadap regulasi ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang berupa penurunan angka kecelakaan dan peningkatan keselamatan jalan raya di China.
