Chery Siapkan Pabrik Mandiri di Indonesia, Target Produksi 100 Ribu Mobil per Tahun Mulai 2027

Chery Indonesia tengah menyiapkan pembangunan pabrik mandiri dengan kapasitas produksi mencapai 100 ribu unit mobil per tahun mulai 2027. Langkah ini diambil untuk memperbesar kapasitas produksi sekaligus memperkuat posisi Chery di pasar otomotif nasional yang berkembang pesat.

Pabrik baru ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dengan fleksibilitas ekspansi ke pasar ekspor jika permintaan semakin meningkat. Menurut Budi Darmawan, Vice Country Director PT Chery Sales Indonesia, fasilitas tersebut akan mengakomodasi beragam model Chery guna menjawab kebutuhan konsumen lokal secara optimal.

Perluasan Kapasitas Produksi dan Target Lokal

Saat ini, Chery memproduksi beberapa model secara lokal melalui kerja sama perakitan dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM). Produksi ini sudah dimulai sejak 2022 dengan model seperti Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro yang diperkenalkan pada Indonesia International Motor Show. Pabrik mandiri yang akan dibangun ini akan melengkapi fasilitas HIM dan memperbesar kapasitas produksi secara signifikan.

Pekerjaan ini menandakan ambisi Chery untuk menancapkan posisi yang lebih kokoh di pasar otomotif Indonesia. Fokus utama pabrik baru adalah memenuhi permintaan kendaraan dari pasar lokal, dengan potensi ekspor apabila kebutuhan global semakin terbuka luas.

Model yang Akan Diproduksi Secara Lokal

Meski detail model yang akan dirakit di pabrik mandiri belum diumumkan secara resmi, ada indikasi model yang saat ini sudah menjalani perakitan lokal akan diproduksi di fasilitas ini. Beberapa model yang diprediksi masuk kategori produksi yaitu Tiggo Cross CSH, E5, dan J6.

Selain itu, Chery sudah memulai ekspor kendaraan ke Vietnam dengan model SUV unggulannya, Omoda 5. Kesuksesan ini membuka peluang ekspansi ekspor yang lebih besar di masa depan untuk mendukung peningkatan kapasitas pabrik.

Strategi Pengembangan Bertahap

Pengembangan pabrik mandiri ini dilakukan secara bertahap supaya bisa menyesuaikan dengan dinamika permintaan pasar dan kondisi ekonomi. Budi Darmawan menjelaskan bahwa kapasitas produksi tidak akan langsung dimaksimalkan agar perusahaan fleksibel dalam mengelola skala operasional.

Pabrik ini juga memperkuat komitmen Chery untuk berinvestasi secara berkelanjutan di Indonesia. Selama ini, suku cadang kendaraan perakitan masih banyak yang diimpor dari pabrik Chery di Cina. Dengan adanya pabrik lokal, rantai pasok dapat semakin diperkuat di dalam negeri.

Dampak Positif bagi Industri Otomotif Nasional

Keberadaan pabrik mandiri Chery di Indonesia diyakini akan memberikan banyak manfaat bagi industri otomotif nasional. Produksi domestik yang meningkat dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) kendaraan.

Pabrik ini juga akan menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pengembangan teknologi otomotif lokal. Di sisi lain, kehadiran fasilitas produksi yang lebih besar memungkinkan Chery untuk lebih cepat merespons perubahan kebijakan pemerintah, termasuk insentif untuk kendaraan listrik dan ramah lingkungan.

Langkah Mendorong Ekosistem Otomotif Berkelanjutan

Kehadiran pabrik mandiri juga mendukung agenda pemerintah dalam mengembangkan kendaraan ramah lingkungan. Dengan kapasitas produksi yang besar, Chery dapat mempercepat penyediaan kendaraan elektrifikasi sesuai regulasi dan permintaan pasar yang meningkat.

Peningkatan produksi dalam negeri ini juga merupakan bagian dari strategi memperkuat ekosistem otomotif nasional yang lebih berkelanjutan dan mandiri. Fasilitas ini nanti akan berperan penting dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan dan inovasi produk yang kompetitif.

Persiapan dan Rencana Ke Depan

Chery Indonesia masih terus mengkaji secara teknis pembangunan pabrik baru ini, termasuk dalam hal lokasi dan investasi totalnya. Meskipun detail tersebut belum diumumkan secara resmi, rencana ini sudah menunjukkan keseriusan Chery dalam menambah kapasitas produksi.

Selain fokus meningkatkan jumlah produksi, Chery juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk dan memperbaiki layanan purna jual. Hal ini bertujuan memperkuat kepercayaan konsumen dan membangun loyalitas pasar dalam jangka panjang.

Dengan berbagai persiapan ini, pabrik mandiri yang direncanakan bisa menjadi momen penting bagi Chery dan industri otomotif Indonesia. Kebijakan investasi dan kapasitas produksi yang lebih besar diharapkan membawa dampak positif bagi pertumbuhan sektor otomotif nasional selama beberapa tahun ke depan.


Investasi pabrik mandiri Chery ini menandai langkah signifikan yang akan memperkuat kehadiran brand dan meningkatkan daya saing di pasar domestik. Kapasitas produksi hingga 100 ribu unit per tahun membuka peluang ekspansi dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi otomotif strategis di Asia Tenggara.

Exit mobile version