Çelebi Investasi Rp400 Miliar Percepat Transisi GSE Listrik di Bandara Soetta & Ngurah Rai

Çelebi Aviation Indonesia melakukan langkah strategis dengan mengalokasikan dana lebih dari Rp400 miliar untuk mempercepat transisi penggunaan Ground Support Equipment (GSE) berbasis listrik. Investasi besar tersebut diarahkan pada pengadaan peralatan pendukung operasi bandara yang ramah lingkungan dan pembangunan infrastruktur pengisian daya di beberapa bandara utama di Indonesia.

Managing Director Çelebi Aviation Indonesia, Andy Dias, menyatakan bahwa teknologi menjadi fondasi penting untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional bandara. “Kami mengambil langkah konkrit dengan mengadopsi sepenuhnya GSE Listrik sebagai bagian dari transformasi menuju bandara yang lebih hijau dan efisien,” ujarnya.

Manfaat Elektrifikasi Ground Support Equipment

Penggunaan GSE listrik membawa sejumlah keuntungan signifikan. Selain membantu menurunkan emisi karbon di lingkungan bandara, peralatan ini juga mampu mengurangi tingkat kebisingan di area apron secara drastis. Hal tersebut sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan karyawan maupun penumpang.

Pemanfaatan teknologi ini tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional secara menyeluruh. Dengan GSE listrik, waktu turnaround pesawat bisa lebih optimal, yang berkontribusi pada kelancaran jadwal penerbangan. Selain itu, pengelolaan sumber daya menjadi lebih efektif dan aspek keselamatan kerja meningkat.

Menurut Andy Dias, keberhasilan pengadopsian peralatan listrik di lingkungan ground handling juga meningkatkan daya saing bandara secara jangka panjang. Bandara yang lebih efisien dan ramah lingkungan akan menjadi pilihan utama bagi maskapai dan penumpang.

Investasi dan Total Cost of Ownership

Meski investasi awal untuk pengadaan GSE listrik dan pembangunan fasilitas pengisian daya cukup besar, yakni di atas Rp400 miliar, Çelebi Aviation yakin biaya tersebut akan terbayarkan seiring waktu. Mereka menilai biaya kepemilikan total (Total Cost of Ownership/TCO) GSE listrik jauh lebih rendah dibandingkan peralatan konvensional karena beberapa faktor.

Pertama, peralatan listrik membutuhkan perawatan yang lebih minim dibandingkan mesin berbahan bakar fosil. Kedua, konsumsi energi jauh lebih efisien, sehingga biaya operasional menurun. Ketiga, teknologi ini menawarkan keandalan lebih tinggi, sehingga mengurangi risiko kerusakan dan gangguan layanan.

“Kami melihat investasi ini bukan hanya soal pengeluaran, tetapi juga sebagai upaya menciptakan nilai bisnis yang berkelanjutan,” terang Andy.

Fokus Implementasi di Bandara Strategis

Pada tahap awal, fokus implementasi GSE listrik ditempatkan di dua bandara utama, yaitu Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali. Kedua bandara ini dipilih untuk menjadi pusat demonstrasi transformasi operasional yang lebih hijau dan efisien.

Çelebi Aviation berencana melakukan ekspansi secara bertahap ke bandara-bandara strategis lainnya di Indonesia. Proses pengembangan akan disesuaikan dengan kesiapan operasional perusahaan serta kebutuhan pasar dan otoritas bandara setempat.

Kontribusi terhadap Industri Penerbangan Berkelanjutan

Adopsi GSE listrik ini sejalan dengan tren global dalam industri penerbangan yang mengarah ke operasi yang lebih ramah lingkungan. Di tingkat nasional, langkah ini mendukung target penurunan emisi karbon yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan regulator bandara.

Upaya elektrifikasi peralatan ground handling menjadi bagian penting dari upaya menurunkan jejak karbon dan menjaga kelestarian lingkungan di sektor penerbangan. Investasi Çelebi Aviation ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi pelaku industri lain dalam mengintegrasikan teknologi hijau ke dalam operasional mereka.

Dengan komitmen yang kuat serta pendanaan yang serius, transisi dari GSE berbasis bahan bakar fosil ke energi listrik di bandara Indonesia menunjukkan arah yang positif untuk masa depan yang lebih berkelanjutan dan inovatif di sektor layanan penunjang penerbangan.

Berita Terkait

Back to top button