BYD mengumumkan investasi senilai USD130 juta untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik di wilayah Vietnam tengah. Proyek ini dijadwalkan beroperasi mulai 2026 dengan tujuan mendukung produksi baterai kendaraan listrik yang semakin meningkat di kawasan Asia Tenggara.
Pabrik baterai BYD dibangun dalam dua tahap utama. Tahap pertama meliputi pembangunan fasilitas seluas 4,4 hektare yang mampu memproduksi baterai dengan kapasitas 3 gigawatt-jam (GWh) per tahun. Fokus produksi tahap awal adalah baterai untuk kendaraan komersial seperti bus dan truk.
Pada tahap kedua, pabrik akan diperluas menjadi total 10 hektare. Kapasitas produksi pun meningkat menjadi 6 GWh per tahun dengan tambahan jalur khusus untuk baterai kendaraan penumpang. Ini menunjukkan strategi BYD untuk memasuki pasar baterai kendaraan listrik secara menyeluruh.
Kim Long Motors, produsen otomotif swasta asal Vietnam, menjadi mitra lokal dalam proyek ini. Perusahaan tersebut memiliki pengalaman dalam riset, perakitan, dan produksi kendaraan komersial. Kolaborasi ini memadukan keahlian BYD di teknologi baterai dengan jaringan distribusi serta pasar lokal Kim Long Motors.
Sumber internal BYD mengonfirmasi kerja sama tersebut kepada Economic Observer. Namun, detail pembagian saham dan skema kemitraan belum diumumkan secara resmi. Langkah ini dianggap sebagai strategi BYD untuk memperkuat basis produknya di pasar global melalui lokasi produksi yang strategis.
Investasi BYD di Vietnam memberikan keuntungan tarif ekspor yang signifikan. Produk yang diproduksi di Vietnam bisa diekspor ke negara-negara anggota ASEAN dengan tarif nol persen. Hal ini berkat Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN (ATIGA) yang berlaku untuk produk dengan aturan asal ASEAN.
Selain itu, Perjanjian Perdagangan Bebas antara Vietnam dan Uni Eropa (EVFTA) memungkinkan produk kendaraan dan komponennya masuk ke pasar Uni Eropa tanpa dikenakan tarif. Syaratnya, produk harus memenuhi ketentuan aturan asal barang. Strategi ini membuat ekspor baterai BYD dari Vietnam menjadi lebih kompetitif dibandingkan ekspor dari China.
Tren pertumbuhan pasar kendaraan energi baru di Vietnam sangat cepat. Data pemerintah menunjukkan penjualan kendaraan listrik melonjak dari 4.040 unit pada 2022 menjadi 79.800 unit pada 2024. Angka ini menandakan peningkatan signifikan dalam adopsi kendaraan ramah lingkungan secara nasional.
Selama 11 bulan pertama tahun ini, penjualan kendaraan listrik dan hibrida mencapai sekitar 160.000 unit. Angka tersebut mewakili 38,5 persen pangsa pasar otomotif nasional Vietnam. Hal ini menunjukkan tren peningkatan permintaan kendaraan listrik yang terus berkembang.
Selain membangun pabrik baterai, BYD juga memperluas kehadirannya di pasar Vietnam melalui jaringan ritel. Pada 2024, BYD membuka toko pertama di Vietnam. Perusahaan berencana memperluas jaringan tersebut hingga mencapai sekitar 100 gerai pada 2026.
Anak usaha BYD juga telah mendirikan pabrik elektronik di Provinsi Phu Tho dan berencana menginvestasikan tambahan lebih dari USD250 juta. Investasi ini difokuskan pada sektor suku cadang otomotif, memperkuat posisi BYD di ekosistem kendaraan listrik Vietnam.
Strategi BYD yang menggabungkan investasi pabrik baterai, ekspansi ritel, dan pengembangan suku cadang ini bertujuan mendorong pengembangan kendaraan listrik di pasar ASEAN dan Eropa. Pabrik di Vietnam juga memungkinkan pengurangan biaya ekspor dan mempercepat penetrasi kendaraan listrik di kawasan.
Berikut rangkuman proyek pabrik baterai BYD di Vietnam:
1. Nilai investasi: USD130 juta
2. Lokasi: Wilayah tengah Vietnam
3. Fasilitas tahap 1: Luas 4,4 hektare, kapasitas produksi 3 GWh/tahun untuk baterai kendaraan komersial
4. Fasilitas tahap 2: Luas total 10 hektare, kapasitas produksi 6 GWh/tahun termasuk baterai untuk kendaraan penumpang
5. Mitra lokal: Kim Long Motors
6. Keuntungan tarif ekspor: Bebas tarif ke negara ASEAN dan Uni Eropa
7. Ekspansi jaringan ritel: Target 100 gerai BYD pada 2026
8. Investasi tambahan: USD250 juta untuk suku cadang otomotif dan pabrik elektronik
Pengembangan pabrik baterai BYD ini diperkirakan akan memperkuat industri kendaraan listrik di Asia Tenggara. Keberadaan pabrik di Vietnam mendukung terciptanya ekosistem kendaraan ramah lingkungan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing produk.
Dengan fokus pada produksi lokal dan pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas, BYD membuka peluang besar dalam menjawab kebutuhan kendaraan listrik yang terus meningkat di pasar global.





