BYD resmi memulai pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik (EV) di Vietnam dengan investasi senilai US$130 juta atau sekitar Rp2,2 triliun. Proyek ini dijalankan bersama Kim Long Motor, produsen otomotif lokal, dan berlokasi di kompleks industri otomotif Kim Long Motor di Hue, wilayah tengah Vietnam.
Pembangunan pabrik ini dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup area seluas 4,4 hektar dengan kapasitas produksi 3 GWh per tahun, khusus untuk baterai kendaraan komersial seperti truk, bus, van, dan minibus. Pada tahap kedua, area akan diperluas menjadi 10 hektar dan kapasitas produksi meningkat menjadi 6 GWh per tahun, termasuk baterai untuk mobil penumpang yang permintaannya tinggi di pasar EV.
Proyek pabrik baterai ini mengusung strategi transfer teknologi baterai canggih. BYD akan memberikan pendampingan teknis langsung ke Kim Long Motor selama proses pembangunan hingga operasional. Hal ini untuk memastikan produksi baterai sesuai standar global sekaligus meningkatkan kemampuan riset dan manufaktur lokal.
Pendirian pabrik baterai BYD di Vietnam juga merupakan langkah strategis memenuhi permintaan baterai EV yang meningkat di kawasan Asia Tenggara. Produk dari fasilitas ini tidak hanya menyasar pasar domestik Vietnam, tetapi juga akan diekspor ke negara-negara lain di wilayah tersebut. Model kerja sama ini menargetkan tingkat lokalisasi produksi baterai mencapai lebih dari 80 persen pada kuartal kedua.
Kerja sama dengan Kim Long Motor menggarisbawahi tujuan menguasai teknologi inti baterai, bukan sekadar merakit kendaraan listrik. Investor besar seperti BYD melihat potensi besar di Vietnam karena infrastruktur, sumber daya manusia, dan dukungan regulasi yang kondusif. Posisi strategis Vietnam memungkinkan pabrik menjadi pusat manufaktur baterai dan kendaraan listrik dengan daya saing regional yang tinggi.
Imbas positif terhadap industri otomotif lokal Vietnam menjadi salah satu dampak utama proyek ini. Dengan akses teknologi baterai lithium-ion mutakhir, Kim Long Motor bisa mempercepat produksi kendaraan listrik berkualitas tinggi. Kapasitas produksi yang besar juga memungkinkan Vietnam memenuhi permintaan domestik sekaligus mengekspor ke negara Asia Tenggara lainnya.
Pabrik baterai BYD berpotensi menciptakan nilai tambah produk kendaraan listrik lokal dan membuka peluang lapangan kerja di sektor manufaktur. Keberadaan fasilitas ini menjadi bukti perpindahan perhatian manufaktur baterai EV global ke Asia Tenggara. Wilayah ini dianggap ideal berkat keberadaan sumber daya manusia terampil, kebijakan pemerintah yang mendukung, dan konektivitas logistik yang efisien.
Selain itu, upaya BYD membangun pabrik di Vietnam menunjukkan bahwa negara ini kini menjadi pilihan utama dibandingkan Indonesia. Vietnam dianggap memiliki keunggulan kompetitif untuk memperkuat posisi BYD di pasar kendaraan listrik Asia Tenggara yang tumbuh cepat.
Berikut ini rincian pembangunan pabrik baterai BYD di Vietnam secara singkat:
1. Investasi proyek: US$ 130 juta (Rp 2,2 triliun)
2. Lokasi: Kompleks industri otomotif Kim Long Motor, Hue, Vietnam
3. Tahap 1: Area 4,4 hektar, kapasitas 3 GWh/tahun, fokus baterai kendaraan komersial
4. Tahap 2: Perluasan 10 hektar, kapasitas 6 GWh/tahun, termasuk baterai mobil penumpang
5. Target lokalisasi produksi: >80 persen pada kuartal kedua
6. Fokus teknologi: Transfer pengetahuan dan pendampingan oleh BYD
7. Pasar produk: Domestik Vietnam dan ekspor ke Asia Tenggara
Pabrik ini diproyeksikan menjadi pendorong utama transformasi industri kendaraan listrik di Asia Tenggara. Pengembangan fasilitas baterai ini juga menambah kekuatan Vietnam sebagai pusat manufaktur baterai EV yang dapat mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan.
Seiring pembangunan pabrik terus berjalan, perkembangan lebih lanjut dari proyek ini akan menjadi perhatian sektor otomotif regional. Dampak jangka panjangnya diharapkan mampu mendorong kemajuan ekosistem EV dan mendukung kebijakan energi bersih yang semakin penting bagi pertumbuhan ekonomi kawasan. Penguasaan teknologi dan kapasitas produksi lokal juga akan menopang kedaulatan industri kendaraan listrik di masa mendatang.
