PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) mengungkapkan bocoran harga dan spesifikasi awal mobil listrik nasional Indigenous Indonesian Car (I2C). Mobil ini dirancang sebagai kendaraan keluarga jenis MPV dengan kapasitas hingga 7 penumpang dan dijual dengan harga maksimal Rp 500 juta.
I2C menggunakan baterai berkapasitas besar 82 kWh jenis Nickel Manganese Cobalt (NMC). Baterai ini memungkinkan jarak tempuh hingga sekitar 600 kilometer dalam sekali pengisian. Jarak tempuh yang panjang ini menjadi nilai jual utama bagi konsumen yang mencari mobil listrik untuk perjalanan jarak jauh.
Desain dan Kapasitas Kabin
Mobil listrik I2C dibangun dengan target segmen pasar MPV atau SUV keluarga. Kabinnya mampu menampung sampai 7 orang, menyesuaikan kebutuhan keluarga Indonesia yang sering membutuhkan ruang ekstra. Desain mobil ini mengusung konsep kenyamanan dan fungsionalitas yang baik untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jauh.
Menurut Presiden Direktur PT TMI, Harsusanto, model ini adalah upaya memenuhi tren yang semakin besar dalam penggunaan mobil listrik. Ia menegaskan bahwa I2C dirancang agar mampu bersaing di pasar nasional maupun regional dengan keunggulan lokal konten dan harga kompetitif.
Spesifikasi Baterai dan Teknologi
I2C memakai baterai dengan teknologi NMC yang saat ini menjadi pilihan utama untuk kendaraan listrik kelas menengah ke atas. Kapasitasnya mencapai 82 kWh yang diklaim memberikan jangkauan penggunaan hingga 600 km per pengisian penuh.
Dengan kapasitas baterai besar tersebut, I2C menawarkan solusi mobilitas ramah lingkungan tanpa mengorbankan jarak tempuh. Hal ini dapat mengatasi kekhawatiran pembeli terkait terbatasnya jarak antar pengisian baterai pada mobil listrik. Mobil ini pun berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menekan biaya penggunaan jangka panjang.
Harga dan Keunggulan Kompetitif
PT TMI menetapkan harga jual I2C tidak lebih dari Rp 500 juta. Harga ini sudah diperhitungkan dan dibandingkan dengan mobil listrik impor sekelasnya. Dengan harga yang kompetitif, I2C menawarkan nilai tambah dalam aspek layanan purna jual di dalam negeri yang lebih mudah diakses.
Keunggulan I2C dibanding mobil listrik impor tidak hanya pada harga, tetapi juga dukungan produksi lokal serta pengembangan teknologi dalam negeri. Hal ini sejalan dengan inisiatif pemerintah yang ingin mendorong kemandirian industri otomotif sekaligus mempercepat pemanfaatan kendaraan ramah lingkungan di pasar domestik.
Target Produksi dan Rencana Masa Depan
PT TMI mendapat mandat dari Presiden Republik Indonesia untuk mengembangkan mobil nasional yang mengandung nilai lokal tinggi. Target produksi massal I2C direncanakan pada rentang tahun 2027 hingga 2028. Proyek ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang mandiri dan berkelanjutan.
Dengan fokus pada produksi lokal, I2C diharapkan mampu menekan biaya produksi dan harga jual sehingga membuat mobil listrik ini semakin terjangkau bagi masyarakat luas. Proses ini juga akan memacu inovasi teknis dan pengembangan fasilitas industri dalam negeri.
Ringkasan Spesifikasi Mobil Listrik Nasional I2C
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Harga | Maksimal Rp 500 juta |
| Kapasitas Penumpang | 7 penumpang (MPV/SUV keluarga) |
| Jenis Baterai | NMC (Nickel Manganese Cobalt) |
| Kapasitas Baterai | 82 kWh |
| Jarak Tempuh | Sekitar 600 km per pengisian |
| Target Produksi Massal | Tahun 2027-2028 |
Pengembangan I2C merupakan langkah strategis yang sejalan dengan dukungan pemerintah untuk memperkuat industri otomotif dalam negeri. Kehadirannya di pasar bakal memberikan pilihan baru bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga ekonomis dan nyaman untuk keluarga.
Kendaraan MPV listrik buatan lokal ini diyakini akan memperluas penetrasi mobil listrik di Indonesia. Selain itu, keunggulan dari sisi layanan purna jual dan harga yang kompetitif menjadi daya tarik tersendiri dibanding produk impor. Informasi terbaru terkait I2C akan terus berkembang seiring kemajuan proses produksi dan persiapan peluncuran resmi. Konsumen dan pengamat otomotif dapat menantikan update lebih lanjut mengenai mobil nasional listrik hasil inovasi dalam negeri ini.
