Ubisoft kini tengah mengembangkan proyek terbaru dalam seri Assassin’s Creed yang mengusung konsep multiplayer dengan judul sementara Assassin’s Creed Invictus. Game ini digarap oleh tim veteran yang sebelumnya sukses mengerjakan For Honour. Namun, bocoran terkini menunjukkan perkembangan yang jauh dari harapan dan menimbulkan kekhawatiran dalam komunitas gamer.
Seorang streamer bernama j0nathan membocorkan informasi dari sumber internal Ubisoft. Sang sumber mengungkapkan bahwa para pengembang kehilangan keyakinan terhadap kualitas game dan merasa jijik dengan kondisi proyek ini. Ketidakpercayaan yang tumbuh dalam tim pengembang menjadi sinyal adanya masalah serius dalam proses pembuatan game.
Kritik terhadap Konsep dan Desain Visual
Proyek Assassin’s Creed Invictus dirancang sebagai perpaduan antara gaya gameplay Fall Guys dan Fortnite, dengan visual berkarakter kartun. Namun laporan menyebutkan animasi yang digunakan terlihat aneh dan desain karakter terutama pada wajah dianggap buruk. Efek suara dan pengolahan visual juga dikritik karena tampak “bodoh” dan kurang menarik.
Menurut j0nathan, game ini tampaknya ditujukan untuk anak-anak sangat muda, bukan kepada penggemar setia Assassin’s Creed yang biasanya menyukai tema dan cerita dewasa. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai strategi Ubisoft dalam mengembangkan spin-off multiplayer yang berbeda dengan genre utama.
Masalah Lingkungan Kerja dan Manajemen
Selain produk yang dianggap kurang memuaskan, sumber lain melaporkan bahwa lingkungan kerja tim pengembang dipenuhi “toxic positivity”. Manajemen dikabarkan menolak masukan kritis dan lebih fokus mempertahankan citra proyek dengan menyangkal adanya masalah. Sikap “kepala dalam pasir” seperti ini diduga justru memperburuk situasi pengembangan.
Pekerja yang berani menyuarakan kekhawatiran bahkan dilaporkan mendapat perlakuan tidak adil. Pola tersebut rawan menimbulkan stagnasi dalam kreativitas serta menurunkan kualitas hasil akhir. Dua faktor ini menjadi persoalan yang kerap muncul dalam pengembangan proyek AAA besar di industri game.
Dampak bagi Penggemar dan Komunitas
Meski Ubisoft belum angkat suara secara resmi soal kabar ini, bocoran tersebut telah menimbulkan kegelisahan di kalangan penggemar. Rekam jejak beberapa game Ubisoft sebelumnya menunjukkan hype yang tinggi namun berujung pada ketidakpuasan. Kondisi ini memicu skeptisisme mengenai masa depan Assassin’s Creed Invictus.
Bagi pemain yang menantikan game ini, disarankan untuk mengurangi ekspektasi dan tetap waspada. Sebagai alternatif, beberapa produk lain dalam seri Assassin’s Creed mendapatkan respons positif, seperti Assassin’s Creed Mirage. Game ini berfokus pada pengalaman single-player klasik dengan cerita mendalam yang lebih sesuai untuk penggemar.
Proyek Lain dalam Seri Assassin’s Creed
Selain Invictus, Ubisoft masih aktif mengembangkan beberapa proyek Assassin’s Creed lain yang beragam. Berikut daftar singkat proyek yang sedang berjalan:
- AC Mirage – Game single-player dengan cerita rich narrative.
- Codename Red – Judul AAA untuk menyegarkan franchise.
- Codename Jade – Fokus pada platform mobile.
- Codename Hexe – Proyek tahap awal dengan detail terbatas.
Penggemar juga masih bisa mendapatkan pengalaman Assassin’s Creed terbaru melalui edisi terbatas yang dijual di toko-toko eksklusif, termasuk Amazon. Ini memungkinkan pemain untuk tetap menikmati seri meskipun ada ketidakpastian pada proyek multiplayer baru.
Menanti Konfirmasi Resmi Ubisoft
Kedepannya, perhatian komunitas akan tertuju pada pernyataan resmi Ubisoft. Transparansi dan kualitas pengembangan akan sangat menentukan bagaimana proyek multiplayer ini diterima. Sampai saat itu, diskusi dan spekulasi akan terus berkembang antara para gamer dan pengamat industri.
Penting untuk tetap memantau kabar terbaru agar tidak terjebak pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Assassin’s Creed Invictus menjadi contoh nyata tantangan besar di balik produksi game multiplayer AAA yang penuh risiko dan dinamika kompleks dalam tim pengembang.





