Apple Watch kini resmi menghadirkan fitur deteksi hipertensi di Indonesia. Fitur ini memungkinkan pemantauan tanda awal tekanan darah tinggi secara pasif tanpa perlu alat tambahan.
Teknologi ini menggunakan sensor detak jantung optik dan algoritma pembelajaran mesin. Sistem menganalisis denyut nadi serta perubahan volume darah di pembuluh secara kontinu selama 30 hari.
Hipertensi merupakan risiko utama penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan. Banyak kasus hipertensi yang tidak terdeteksi sebab gejalanya jarang terasa dan pengukuran sekali waktu kurang representatif.
Menurut data WHO, lebih dari 1,3 miliar orang dewasa di dunia menderita hipertensi. Sebagian besar tidak menyadari kondisinya. Fitur Hypertension Notifications di Apple Watch hadir membantu deteksi dini secara lebih mudah dan otomatis.
Apple mengembangkan algoritma ini berdasarkan data lebih dari 100.000 partisipan. Uji klinis melibatkan 2.229 orang yang memakai Apple Watch bersamaan dengan pengukuran tekanan darah rutin menggunakan tensi OMRON Evolv selama 30 hari.
Hasil pengujian menunjukkan fitur ini memiliki sensitivitas 41,2% dan spesifisitas 92,3%. Akurasi mencapai 95,3% pada pengguna dengan tekanan darah normal, sedangkan pada hipertensi stadium 2, sensitivitasnya mencapai 53,7%.
Analisis menunjukkan performa fitur ini konsisten di berbagai kelompok usia, jenis kelamin, warna kulit, etnis, dan indeks massa tubuh. Hal ini menandakan teknologi tersebut sangat inklusif untuk pengguna di Indonesia.
Apple menegaskan fitur ini bukan pengganti tensiometer atau diagnosis medis. Fitur berfungsi sebagai lapisan perlindungan tambahan yang bekerja diam-diam di pergelangan tangan. Peringatan dini muncul otomatis tanpa perlu pengukuran aktif dari pengguna.
Apple Watch yang Mendukung Fitur Deteksi Hipertensi
Fitur ini tersedia untuk Apple Watch Series 9 dan Ultra 2 ke atas. Apple Watch SE tidak didukung. iPhone minimal adalah iPhone 11 dengan iOS terbaru. Pengguna diharuskan mengaktifkan fitur Wrist Detection.
Syarat penggunaan adalah usia minimal 22 tahun, tidak sedang hamil, dan belum pernah didiagnosis hipertensi sebelumnya. Fitur ini terintegrasi dengan aplikasi Health yang telah diperbarui khususnya seputar pencatatan tekanan darah.
Ketika menerima notifikasi hipertensi, pengguna dapat melanjutkan dengan mencatat tekanan darah selama tujuh hari menggunakan alat tensi pihak ketiga. Apabila tensi terhubung dengan HealthKit melalui Bluetooth, data otomatis tercatat, kalau tidak pengguna bisa memasukkan data secara manual.
Laporan ringkasan dalam format PDF akan dibuat dalam aplikasi Health. Laporan memuat klasifikasi tekanan darah sesuai panduan American Heart Association (AHA) dan European Society of Cardiology (ESC). Dokumen ini dapat digunakan sebagai bahan konsultasi dokter.
Cara Mengaktifkan Fitur Deteksi Hipertensi di Apple Watch
- Buka aplikasi Health di iPhone.
- Ketuk ikon profil di pojok kanan atas layar.
- Pilih Health Checklist, lalu aktifkan opsi Hypertension Notifications.
- Konfirmasi usia dan status hipertensi sesuai instruksi.
- Ikuti panduan hingga selesai dan ketuk tombol Done.
Langkah yang Harus Dilakukan Jika Menerima Notifikasi Hipertensi
Jika Apple Watch memberi notifikasi hipertensi, artinya terdapat pola tekanan darah tinggi selama 30 hari terakhir yang terdeteksi. Disarankan untuk:
- Segera konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.
- Mencatat tekanan darah rutin selama tujuh hari dengan alat tensi manual atau terintegrasi HealthKit.
- Mengadopsi pola hidup sehat, seperti olahraga secara teratur, mengurangi konsumsi garam, dan mengelola stres.
Fitur deteksi hipertensi menjadikan Apple Watch lebih dari sekadar perangkat kebugaran. Teknologi ini berperan penting dalam pencegahan komplikasi akibat hipertensi yang tidak terdeteksi.
Pemantauan tekanan darah dilakukan secara noninvasif dan otomatis. Hal ini sangat membantu bagi pengguna yang sibuk, sulit mengakses layanan kesehatan, atau cenderung menunda pemeriksaan rutin.
Inovasi ini memperluas fungsi wearable devices dari hanya pencatat data menjadi alat kesehatan yang dapat memberikan perubahan nyata. Dengan terus berkembangnya integrasi teknologi dan kesehatan, Apple Watch membuka peluang baru dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Pengguna di Indonesia kini bisa memanfaatkan fitur ini sebagai langkah awal menjaga tekanan darah tetap normal dan menghindari risiko penyakit serius di masa mendatang.





