Aletra L8 EV Targetkan TKDN 60% pada 2030 dengan Produksi 3.000 Unit dan Perakitan Lokal di Indonesia

Aletra, produsen mobil listrik asal Indonesia, saat ini menargetkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 60 persen pada tahun 2030. Target tersebut diupayakan melalui pengembangan produksi dan perakitan kendaraan listrik Aletra L8 EV secara lokal. Saat ini, TKDN Aletra L8 EV mencapai 44 persen, dimana 40 persennya berasal dari kegiatan di PT Handal Motor Indonesia (HIM) yang meliputi perakitan, riset dan pengembangan, serta pengelolaan hak kekayaan intelektual merek Aletra.

Fokus utama Aletra adalah memperkuat aktivitas produksi dalam negeri sebagai bagian strategi mengurangi ketergantungan pada komponen impor. Sebagian besar komponen utama seperti baterai dan motor listrik masih didatangkan dari luar negeri, khususnya Tiongkok. Namun, Aletra berupaya meningkatkan kapasitas lokal dengan menambah proses perakitan dan riset pengembangan yang dilakukan oleh tenaga kerja Indonesia di pabrik HIM. Hal ini juga diharapkan dapat mendongkrak nilai tambah dan menciptakan peluang kerja baru di sektor manufaktur otomotif nasional.

Strategi Peningkatan TKDN Melalui Perakitan dan Riset Lokal

Aletra menempatkan perakitan kendaraan dan pengembangan teknologi sebagai pilar di dalam negeri. PT Handal Motor Indonesia bertugas menjalankan sebagian besar proses perakitan model L8 EV yang menggunakan skema Completely Knocked Down (CKD). Skema ini memungkinkan komponen-komponen diproduksi dan dirakit di Indonesia sehingga meningkatkan proporsi konten lokal. Selain itu, aktivitas riset dan pengembangan di dalam negeri turut memperkuat inovasi teknologi sekaligus penguasaan hak kekayaan intelektual oleh Aletra.

Strategi ini diharapkan dapat menumbuhkan ekosistem industri kendaraan listrik yang mandiri dan berkelanjutan. “Proses perakitan, riset, serta manajemen hak kekayaan intelektual menjadi pondasi utama dalam meningkatkan TKDN,” ujar Joko Purwanto, Technical Director Aletra. Dengan pendekatan ini, Aletra tidak sekadar mengimpor suku cadang, tetapi juga mengolah dan mengembangkan teknologi di dalam negeri, yang berdampak pada kemandirian industri otomotif nasional.

Target Produksi dan Peningkatan Kapasitas

Aletra menargetkan produksi Aletra L8 EV mencapai 3.000 unit per tahun mulai tahun 2027. Produksi ini dilakukan dengan metode CKD, memungkinkan peningkatan kontribusi produksi lokal secara signifikan. Selanjutnya, Aletra merencanakan memperluas proses manufaktur baterai di Indonesia, yang saat ini masih sepenuhnya diimpor.

Peningkatan aktivitas produksi baterai di dalam negeri diharapkan mampu meningkatkan TKDN hingga mencapai 60 persen pada 2030. Jika berhasil, hal ini tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga membuka peluang kerja baru serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal dalam pengelolaan teknologi baterai kendaraan listrik. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam pengembangan industri hijau yang berkelanjutan.

Spesifikasi Teknis Aletra L8 EV

Aletra L8 EV dilengkapi baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 64,74 kWh. Baterai ini menggunakan teknologi Short Blade Bullet Proof yang lolos uji ketahanan tembak dan mengantongi sertifikasi IP69K untuk perlindungan maksimal terhadap air dan debu. Kapasitas baterai memungkinkan mobil ini menempuh jarak hingga 540 kilometer dengan pengisian penuh.

Motor listrik yang digunakan adalah tipe tunggal dengan tenaga 161 daya kuda dan torsi 240 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan dan mampu mencapai kecepatan maksimum hingga 160 km/jam. Akselerasi dari kondisi diam hingga 100 km/jam dapat dicapai dalam waktu sekitar 10,7 detik. Spesifikasi ini membuat Aletra L8 EV bersaing di segmen kendaraan listrik perkotaan, yang terus mengalami pertumbuhan di Indonesia.

Dukungan Tenaga Kerja dan Pengembangan Supplier Lokal

PT Handal Motor Indonesia menjadi basis perakitan utama mobil listrik Aletra di Tanah Air. Perusahaan ini tengah meningkatkan kapasitas pabrik dan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung target TKDN dan produksi massal. Meskipun sebagian besar komponen masih diimpor, Aletra membuka peluang kolaborasi dengan pemasok lokal di masa depan.

Pengembangan supplier lokal menjadi kunci untuk mempercepat peningkatan TKDN sekaligus membangun ekosistem industri kendaraan listrik yang mandiri. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi impor dan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Dengan mengintegrasikan pemasok lokal, Aletra dapat memperkuat rantai pasok dan memperluas dampak ekonomi positif di sektor otomotif nasional.

Pentingnya TKDN dalam Pengembangan Industri Mobil Listrik Indonesia

Peningkatan TKDN menjadi aspek kritikal dalam memajukan industri kendaraan listrik nasional. Selain mengurangi ketergantungan impor, tingkat komponen lokal yang tinggi juga memperbesar nilai tambah industri dan membuka banyak lapangan kerja baru. Target Aletra mencapai TKDN 60 persen pada 2030 merupakan langkah strategis yang mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pengembangan teknologi ramah lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian manufaktur otomotif.

Inisiatif ini mendapatkan respons positif dari berbagai pemangku kepentingan, mengingat TKDN tinggi menjadi sinyal kemajuan industri otomotif hijau di Indonesia. Saat regulasi dan dukungan pemerintah semakin memacu pertumbuhan kendaraan listrik, posisi Aletra sebagai produsen mobil listrik dengan persentase konten lokal tinggi bisa menjadi pionir di pasar domestik. Hal ini membuka peluang bagi ekosistem kendaraan listrik Indonesia untuk tumbuh secara holistik dan berkelanjutan.

Ke depan, pencapaian target TKDN Aletra L8 EV akan didukung oleh upaya peningkatan proses produksi, pengembangan riset teknologi dalam negeri, dan penetrasi supplier lokal. Pertumbuhan kapasitas perakitan serta inovasi produk diperkirakan akan memperkuat posisi Aletra dalam industri kendaraan listrik di Indonesia yang semakin kompetitif dan dinamis.

Exit mobile version