Fenita Arie dan Shireen Sungkar sama-sama dikenal sebagai figur publik yang aktif menjalankan usaha dan tetap konsisten menampilkan gaya busana modest yang rapi, feminin, dan mudah dijadikan referensi. Keduanya sering menarik perhatian karena mampu memadukan busana sopan dengan sentuhan modern, sehingga kerap menjadi acuan para hijabers yang ingin tampil stylish tanpa kehilangan karakter modest.
Dari berbagai potret yang beredar di media, Fenita dan Shireen sama-sama memiliki ciri khas yang kuat, meski pendekatan gaya mereka tidak selalu serupa. Ada momen ketika keduanya tampil kompak dalam busana formal, ada pula saat mereka menunjukkan gaya kasual yang lebih santai, tetapi tetap terlihat anggun dan tertata.
1. Gamis merah dan permainan warna kontras
Fenita Arie tampil mencolok lewat gamis merah yang dipadukan hijab kuning cerah dan heels pink. Kombinasi ini memberi kesan berani, segar, dan visual yang kuat tanpa menghilangkan nuansa sopan.
Shireen Sungkar mengambil jalur berbeda dengan hijab merah marun dan metallic heels yang memberi efek glamor. Pilihan warna itu membuat tampilannya terlihat lebih elegan dan matang, terutama bagi yang menyukai kesan mewah namun tetap halus.
2. Gaya kasual yang tetap rapi
Saat memilih outfit santai, keduanya sama-sama mengenakan celana panjang hitam dan atasan kemeja. Bedanya, Shireen menambahkan kardigan rajut yang memberi sentuhan lebih lembut dan manis pada keseluruhan tampilan.
Fenita, di sisi lain, terlihat lebih minimalis karena tidak memakai outer tambahan. Gaya ini cocok untuk pembaca yang ingin tampil simpel, praktis, dan tetap bersih secara visual dalam aktivitas harian.
3. Layering tulle untuk kesan anggun
Pada tampilan formal, Fenita dan Shireen sama-sama mengandalkan gamis dengan layer tulle. Material ini memberi volume lembut dan memperkuat kesan feminin, sehingga busana tampak lebih hidup ketika dikenakan di acara besar.
Model seperti ini kerap dipilih untuk pesta atau kondangan karena menghadirkan nuansa mewah tanpa terlihat berlebihan. Dalam konteks modest fashion, layering tulle membantu menciptakan siluet yang elegan sekaligus tetap sopan.
4. One set denim dan nuansa netral
Fenita memilih pasmina pink kecokelatan yang dipadukan dengan one set outfit denim gelap. Perpaduan ini memunculkan kesan kasual yang tetap stylish, terutama bagi yang menyukai busana praktis dengan sentuhan warna lembut.
Shireen memilih hijab krem dengan one set senada dan shoulder bag yang matching, sehingga tampilannya terlihat lebih formal dan terarah. Kombinasi ini menunjukkan bahwa busana bernuansa netral bisa menghasilkan kesan rapi, dewasa, dan mudah diterapkan untuk berbagai situasi.
5. Floral dan pastel yang lembut
Dalam konsep bernuansa floral, Fenita tampil dengan dress ruffle berwarna pastel yang memberi kesan manis dan ringan. Siluet ruffle membuat tampilannya terlihat lebih dinamis tanpa kehilangan sisi anggun.
Shireen memilih kebaya pastel yang memperkuat kesan feminin dan lembut. Gaya ini sangat relevan untuk acara tradisional maupun semi formal karena mampu menghadirkan nuansa klasik yang tetap segar.
6. Jakarta Fashion Week dengan nuansa biru
Keduanya juga pernah tampil selaras di ajang Jakarta Fashion Week dengan tema warna biru. Fenita mengenakan dress beraksen pleats yang memberi tekstur menarik, sedangkan Shireen memilih outer yang memperkuat kesan chic.
Penampilan ini menunjukkan bahwa modest style bisa tetap relevan di panggung mode besar. Warna biru yang mereka pilih memberi kesan tenang, modern, dan mewah dalam format yang tidak berlebihan.
7. Sarimbit Lebaran yang serasi
Fenita dan Shireen juga beberapa kali tampil dengan outfit sarimbit yang serasi namun memakai warna kontras. Gaya seperti ini sering dicari untuk momen Lebaran karena memberi kesan kompak, hangat, dan tertata.
Pilihan warna yang berbeda tetapi tetap selaras membuat tampilan keluarga atau pasangan terlihat lebih hidup. Tren ini juga menunjukkan bahwa busana seragam tidak harus monoton untuk tetap terlihat elegan.
Perbandingan gaya yang menonjol
Berikut ringkasan singkat perbedaan karakter gaya keduanya:
| Aspek | Fenita Arie | Shireen Sungkar |
|---|---|---|
| Warna | Cenderung berani dan segar | Cenderung lembut, netral, dan elegan |
| Nuansa | Modern, ceria, dan minimalis | Chic, manis, dan refined |
| Detail outfit | Sering tampil dengan aksen yang tegas | Sering menambahkan elemen pelengkap yang halus |
| Kesan akhir | Fresh dan fleksibel | Anggun dan polished |
Dalam banyak kesempatan, Fenita tampak lebih kuat pada permainan warna yang cerah dan kontras. Sementara itu, Shireen lebih sering menonjolkan kesan elegan melalui palet warna lembut, styling yang rapi, dan pemilihan aksesori yang seimbang.
Keduanya sama-sama berhasil menunjukkan bahwa modest fashion tidak hanya soal menutup aurat, tetapi juga soal proporsi, pemilihan bahan, dan harmoni warna. Gaya seperti ini membuat busana muslimah bisa mengikuti tren tanpa kehilangan identitas yang sopan dan nyaman dipakai.
Bagi hijabers yang ingin meniru tampilannya, ada beberapa elemen yang bisa dijadikan acuan. Pilihan warna kontras bisa dipakai saat ingin tampil menonjol, sementara warna pastel dan netral lebih cocok untuk kesan lembut, formal, atau romantis.
Aksesori juga memegang peran penting dalam membangun kesan akhir. Heels metalik, kardigan rajut, shoulder bag senada, hingga outer ringan dapat mengubah tampilan sederhana menjadi lebih berkelas tanpa terlihat memaksakan gaya.
Fenita Arie dan Shireen Sungkar memberi gambaran bahwa modest style bisa tampil dalam banyak bentuk, mulai dari kasual harian, busana acara formal, hingga gaya seragam keluarga. Perbedaan pendekatan keduanya justru membuat referensi busana semakin kaya, karena pembaca bisa memilih gaya yang paling sesuai dengan karakter pribadi dan kebutuhan momen yang ingin dihadiri.





