Produsen motor listrik Alva bekerja sama dengan Kalista dan Dash Electric meluncurkan inisiatif besar dengan mengoperasikan 500 unit motor listrik Alva N3. Langkah ini ditujukan untuk menunjang infrastruktur logistik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia. Inisiatif ini menandai penggunaan armada kendaraan listrik secara masif dalam sektor logistik nasional.
Dash Electric mengusung sistem operasi logistik berbasis kendaraan listrik yang mengintegrasikan armada, pengemudi, dan teknologi digital dalam satu platform. Sistem ini tidak hanya menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil, tapi juga menciptakan ekosistem logistik yang lebih efisien dan terukur.
Fleet-as-a-Service untuk Pembiayaan Armda Listrik
Kolaborasi ini memakai model fleet-as-a-service yang difasilitasi oleh Kalista melalui skema operating lease. Dengan model ini, Dash Electric dapat mengembangkan armadanya tanpa harus menyediakan modal awal besar. Keuntungan utama dari skema ini adalah menghilangkan risiko depresiasi aset serta mempercepat ekspansi armada kendaraan listrik.
Skema pembiayaan yang fleksibel memungkinkan Dash Electric fokus memperkuat jangkauan layanan logistik elektrik tanpa dibebani investasi langsung yang berat. Model ini menjadi solusi pembiayaan yang inovatif untuk mendukung transisi kendaraan listrik di sektor logistik.
Penggunaan Beragam Motor Listrik Alva N3
CEO Dash Electric, Aditya Brahmana, menjelaskan bahwa 500 unit motor listrik Alva N3 tidak hanya diperuntukkan untuk pengiriman last-mile saja. Armada ini juga digunakan dalam layanan same-day delivery, dedicated fleet untuk brand dan retailer, serta layanan pengumpulan barang (collection). Hal ini menunjukkan keunggulan fleksibilitas motor listrik dalam berbagai segmen operasional logistik.
Berbagai mitra Dash Electric seperti Happy Fresh, Allo Fresh, Sayurbox, Chagee, dan DHL turut memakai motor Alva N3 dalam aktivitas harian mereka. Kolaborasi ini mendukung target Net Zero Emission sekaligus menghadirkan efisiensi biaya operasional yang signifikan dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Solusi Manajemen Armada oleh Alva
Chief Marketing Officer Alva, Putu Swaditya Yudha, menyoroti pentingnya keandalan armada sebagai faktor utama kesuksesan logistik. Alva tidak hanya menyediakan motor listrik, tetapi juga menawarkan solusi manajemen armada yang terintegrasi secara real-time dan transparan. Sistem ini adalah bagian dari strategi menghadirkan mobilitas elektrik yang berkelanjutan khususnya untuk segmen bisnis B2B.
Pendekatan manajemen armada digital dari Alva mendukung pengelolaan kendaraan listrik secara efisien dan menunjang operasi yang lebih efektif serta dapat dipantau secara menyeluruh. Hal ini menjadi keunggulan kompetitif dalam era logistik digital saat ini.
Manfaat Kendaraan Listrik untuk Logistik
Pemanfaatan 500 unit motor listrik Alva N3 oleh Dash Electric menggambarkan percepatan adaptasi kendaraan listrik dalam industri logistik Indonesia. Berikut beberapa manfaat utama penggunaan kendaraan listrik di sektor logistik:
- Mengurangi emisi karbon guna mendukung target lingkungan nasional dan global.
- Mengurangi biaya operasional melalui efisiensi energi dan biaya perawatan yang lebih rendah.
- Menawarkan sistem manajemen armada berbasis teknologi digital yang lebih terintegrasi.
- Memungkinkan ekspansi armada dengan risiko keuangan yang lebih rendah melalui skema fleet-as-a-service.
- Meningkatkan citra perusahaan sebagai pelopor inovasi dan keberlanjutan lingkungan.
Integrasi teknologi dan model operasional sistematis membuka peluang baru bagi perusahaan logistik lain untuk mengadopsi infrastruktur logistik yang native EV. Seiring permintaan pengiriman yang semakin cepat dan ramah lingkungan, penggunaan armada motor listrik diperkirakan akan terus meningkat.
Melalui kolaborasi strategis ini, Dash Electric dan Alva berkontribusi pada transformasi struktur logistik Indonesia menuju era yang lebih digital dan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi kendaraan listrik menjadi contoh nyata adaptasi bisnis modern dalam mendukung efisiensi operasional dan pelestarian lingkungan. Inisiatif ini juga menjadi acuan praktis dalam pembangunan masa depan logistik nasional yang ramah iklim dan inovatif.





