Popularitas hero di mode ranked Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) tidak selalu menjamin keberhasilan di level turnamen besar seperti M7 World Championship. Banyak hero yang sering digunakan para pemain di ranked ternyata jarang muncul di draft tim profesional. Hal ini terjadi karena kebutuhan strategi dan mekanisme permainan yang berbeda di ajang kompetitif internasional. Berikut pembahasan lima hero MLBB yang populer di ranked tapi gagal bersinar di M7, lengkap dengan alasan utama di balik fenomena tersebut.
1. Cyclops: Kekurangan Mobilitas dan Rentan Ganking
Cyclops merupakan mage yang mudah digunakan dan punya burst damage andalan melalui Planet Attack dan Star Power Lockdown. Di ranked, hero ini memiliki pick rate 2,07 persen, menunjukkan kepercayaan yang cukup tinggi dari pemain solo. Namun, Cyclops jarang dipilih di M7 karena minimnya skill escape, membuatnya sangat rentan terhadap assassin seperti Fanny dan Lancelot yang mudah mencegat dan mengeksekusi cepat.
2. Lesley: Keterbatasan Mobilitas Membuatnya Rentan
Lesley adalah marksman yang mengandalkan tembakan jarak jauh dan critical damage untuk memberikan tekanan lawan. Pick rate-nya sekitar 1,71 persen di ranked, tapi hampir tak terlihat dalam draft M7. Alasan utamanya adalah ketiadaan skill blink, sehingga dia mudah dikejar dan dibunuh oleh musuh dengan mobilitas tinggi. Kontrol ketat dan tekanan agresif dalam pertandingan turnamen membuat Lesley kurang ideal sebagai pilihan utama.
3. Angela: Mudah Diantisipasi dan Banyak Counter
Sebagai support yang unggul dalam healing, Angela cukup populer di ranked dengan pick rate 1,7 persen. Hero ini mudah dipelajari dan cocok untuk membantu tim bertahan. Namun, dalam skema draft turnamen, keberadaan hero burst dan crowd control membuat Angela mudah dikunci dan tidak efektif. Tidak hanya itu, koordinasi ketat pada level profesional menjadi tantangan besar bagi pengguna Angela untuk menunjukkan performa optimal.
4. Sun: Gaya Split Push Kurang Sesuai untuk Pro Scene
Sun adalah fighter dengan kemampuan clone yang efektif memisahkan perhatian musuh dalam split push. Mempunyai pick rate 1,67 persen di ranked, ia sering diandalkan dalam gaya permainan solo atau skala kecil. Namun, di M7, strategi map awareness dan team fight yang sangat teratur membatasi ruang gerak Sun. Tim pro lebih fokus pada kontrol peta dan eksekusi kompak sehingga pendekatan Sun kurang sesuai dengan dinamika turnamen.
5. Gusion: Risiko Tinggi dan Sulit Menembus Pertahanan Backline
Gusion mengandalkan mekanik tinggi dan kecepatan eksekusi kombo dengan ultimate Incandescence. Di ranked, Gusion diminati dengan pick rate 1,66 persen karena potensi burst damage-nya yang besar. Meskipun pernah digunakan dalam M4 dan M5, hero ini dianggap berisiko tinggi di M7. Pertahanan backline yang rapat dan strategi team fight yang kompleks membuat Gusion sulit menemukan celah optimal untuk mencetak eliminasi tanpa mendapat penalti.
Mengapa Hero Populer Ranked Tidak Sama di Turnamen Pro?
Perbedaan utama terletak pada aspek strategi dan draft yang jauh lebih ketat di level profesional. Di turnamen seperti M7, pemilihan hero diawali dengan analisis mendalam terhadap sinergi tim, penguasaan peta, dan counter-pick. Hero yang minim mobilitas atau kemampuan escape sering dianggap kurang efektif. Selain itu, fokus pada team fight terorganisir dan kontrol objektif membuat gaya bermain late game atau split push menjadi kurang praktis.
Sebagai contoh, hero seperti Sun yang bergantung pada split push tidak sesuai dengan pendekatan tim yang menuntut disiplin posisi dan map awareness tinggi. Angela yang rentan terhadap crowd control dan hero burst juga kurang diminati karena mudah dikunci oleh lawan yang telah mempersiapkan draft agresif.
Strategi Inovatif dalam Draft memberikan Peluang Baru
Tim profesional semakin menggunakan sistem ban pick global dan fearless draft untuk bereksperimen dengan hero non-meta. Pendekatan ini memungkinkan peluang bagi hero yang populer di ranked untuk kembali bersinar di panggung internasional, asalkan mampu beradaptasi dengan kebutuhan tim dan situasi pertandingan.
Memahami kesenjangan antara permainan ranked dan turnamen pro penting bagi pemain yang ingin memperdalam ilmu strategi MLBB. Pilihan hero bukan hanya soal damage atau kemudahan mekanik, tapi juga sinkronisasi tim, mobilitas, serta kontrol peta secara kolektif. Meski demikian, Cyclops, Lesley, Angela, Sun, dan Gusion masih menjadi primadona bagi pemain solo berkat potensi besar dan kepraktisan di mode ranked.
Informasi ini menggarisbawahi pentingnya adaptasi gaya bermain dan keberanian mengeksplorasi strategi baru dalam menghadapi level kompetisi berbeda. Dengan memahami alasan hero kurang bersinar di M7, pemain bisa lebih bijak dalam memilih hero sesuai kebutuhan dan meningkatkan kualitas permainan, baik di ranked maupun sebagai penonton turnamen internasional MLBB.





