3 Rekomendasi Buku Favorit Joo Ho Jin di Drakor Can This Love Be Translated yang Wajib Dibaca!

Joo Ho Jin, tokoh utama drama Korea Can This Love Be Translated?, diperankan oleh Kim Seonho sebagai penerjemah yang menguasai lima bahasa. Karakter ini dikenal dengan kegemarannya membaca buku, yang kerap terlihat saat dia mengunjungi berbagai toko buku di negara-negara yang ia singgahi. Hobi membaca tersebut menjadi salah satu elemen penting yang memberikan dimensi mendalam pada sosok Joo Ho Jin sekaligus menginspirasi penonton untuk mengeksplorasi bacaan favoritnya.

Meski sudah memiliki banyak koleksi, Joo Ho Jin tetap setia membeli buku baru setiap kali bertandang ke toko buku. Kebiasaan ini mencerminkan rasa ingin tahu yang besar terhadap manusia dan alam semesta. Berikut adalah tiga rekomendasi buku yang sering muncul dalam drama tersebut dan wajib dibaca bagi penggemar yang ingin memperdalam wawasan.

1. Sapiens: A Brief History of Humankind – Yuval Noah Harari

Buku ini diperkenalkan ketika Joo Ho Jin berada di Kanada. Sapiens membahas sejarah panjang manusia melalui tiga revolusi utama: Revolusi Kognitif sekitar 70.000 tahun lalu, Revolusi Pertanian 10.000 tahun lalu, dan Revolusi Ilmiah sekitar 500 tahun lalu. Penulis Yuval Noah Harari menyoroti bagaimana manusia berkembang dalam aspek sosial dan budaya, termasuk pembentukan agama, kapitalisme, dan politik modern.

Dengan ketebalan 464 halaman, buku ini mengajak pembaca memahami asal mula serta kompleksitas manusia. Tema ini relevan dengan karakter Joo Ho Jin yang tidak hanya menguasai bahasa, tetapi juga memahami makna mendalam komunikasi antar manusia. Sapiens memberikan perspektif bahwa hubungan antar manusia lebih kompleks daripada sekadar perasaan semata.

2. A Brief History of Time – Stephen Hawking

Buku yang sering muncul berikutnya adalah karya fisikawan terkenal Stephen Hawking. A Brief History of Time menjelaskan konsep dasar alam semesta seperti ruang, waktu, gravitasi, serta teori-teori fisika modern lainnya. Buku ini juga membahas pertanyaan besar, antara lain apakah waktu memiliki awal dan batasan alam semesta.

Kegemaran Joo Ho Jin terhadap buku ini mencerminkan karakter yang tidak hanya tertarik pada hal-hal sederhana, melainkan juga pada misteri eksistensi dan cakupan ilmu pengetahuan yang luas. Bacaan ini mendorong pembaca untuk memikirkan kehidupan dan alam semesta dalam dimensi yang lebih besar, sejalan dengan sosok tokoh yang penuh rasa ingin tahu dan reflektif.

3. The Man I Killed Returned – Hwang Seyoun

Rekomendasi terakhir berasal dari genre novel misteri. The Man I Killed Returned adalah karya Hwang Seyoun yang memenangkan Grand Prize Kyobo Book Center Story Competition. Ceritanya berlatar di Jungcheon-ri, sebuah desa yang dikenal sebagai "Desa Tanpa Kejahatan" sejak tahun 1981. Novel ini mengeksplorasi pelanggaran kecil yang mengguncang reputasi desa, menggambarkan dinamika sosial dan masalah moralitas.

Minat Joo Ho Jin pada buku ini menggambarkan ketertarikannya pada karakter manusia dan dilema sosial yang rumit. Tema cerita yang menyajikan konflik moral memberikan refleksi mendalam pada pembaca mengenai konsekuensi dari tindakan manusia.


Ketiga buku tersebut memperlihatkan ragam bacaan Joo Ho Jin mulai dari sejarah manusia, ilmu pengetahuan alam, hingga novel misteri sosial. Bacaan ini menawarkan sudut pandang berbeda yang saling melengkapi dalam memahami manusia dan eksistensi mereka. Bagi siapa saja yang ingin menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai hubungan manusia serta dunia sekitar, ketiga buku ini sangat direkomendasikan.

Para penggemar drama Korea khususnya yang terinspirasi dari karakter Joo Ho Jin bisa menjadikan ketiga buku ini sebagai referensi literatur untuk mengikuti jejak intelektual sang tokoh. Membaca buku tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga mengasah kemampuan memahami dan merasakan kehidupan secara lebih mendalam.

Drama Can This Love Be Translated? tidak hanya menghadirkan kisah romansa, melainkan juga persoalan pemahaman budaya, bahasa, dan kemanusiaan yang luas. Melalui pilihan buku Joo Ho Jin, penonton diberikan peluang untuk belajar lebih jauh tanpa meninggalkan kenyamanan menikmati drama. Buku-buku tersebut pun tersedia dalam berbagai toko buku berbahasa Indonesia maupun internasional dengan harga yang bervariasi sesuai edisi dan penerbit.

Dengan menambah koleksi buku favorit Joo Ho Jin, pembaca dapat merasakan sentuhan intelektual yang sama layaknya sang tokoh. Ini menjadi langkah menarik untuk memperdalam sudut pandang dan membangun pemahaman yang lebih kaya tentang cinta, budaya, dan kemanusiaan.

Exit mobile version