Tiga smartphone murah dari Redmi dan POCO, yakni Redmi A7, Redmi A7 Pro, dan POCO C81, telah resmi lolos sertifikasi di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk di Indonesia dan Thailand. Langkah ini menandakan kian dekatnya waktu peluncuran perangkat-perangkat tersebut untuk pasar regional.
Ketiga perangkat tersebut memiliki kesamaan spesifikasi utama yang mengusung chipset Unisoc T7250. Informasi ini diperoleh dari hasil uji benchmark di Geekbench, yang menunjukkan bahwa Redmi A7, A7 Pro, dan POCO C81 kemungkinan besar menawarkan pengalaman serupa dari sisi performa. Meski begitu, model Pro diyakini memberikan fitur lebih unggul, terutama pada sektor kamera dan baterai.
Redmi A7 sudah terlebih dahulu mendapatkan sertifikasi National Broadcasting and Telecommunications Commission (NBTC) Thailand dengan nomor model 26020RNB4A. Selain itu, Redmi A7 Pro dan POCO C81 telah tercatat di database IMEI serta memperoleh sertifikasi dari lembaga Postel Kominfo Indonesia (SDPPI) dan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kemperin dengan nilai 38,2 persen. Hal ini memastikan kedua perangkat memenuhi ketentuan teknis dan legal untuk diedarkan di pasar dalam negeri.
Dari segi desain dan hardware, ketiga HP murah terbaru ini dirancang menghadirkan baterai berkapasitas besar, yakni sekitar 5.500 hingga 6.000 mAh, yang menjanjikan daya tahan lama untuk pemakaian sehari-hari. Layar yang disematkan juga terbilang lega, dengan ukuran 6,9 inci dan teknologi IPS LCD berrefresh rate 120 Hz. Ukuran layar yang cukup besar ini memungkinkan pengguna menonton konten multimedia dengan kenyamanan optimal.
Dalam hal performa sistem operasi, Redmi A7 Pro dan POCO C81 akan menjalankan HyperOS 3 berbasis Android 15 Go Edition. Sistem operasi ini dirancang khusus untuk smartphone dengan spesifikasi kelas entry-level, sehingga mampu memberikan kelancaran penggunaan meskipun prosesor yang digunakan masih tergolong hemat energi.
Salah satu aspek menarik adalah dugaan bahwa POCO C81 sejatinya merupakan versi rebrand dari Redmi A7 Pro, yang dipasarkan dengan branding berbeda untuk menggaet segmen pasar yang lebih luas di wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Dari sisi harga, POCO C81 diperkirakan akan tetap dijual dengan rentang harga sekitar Rp1 jutaan, mengikuti tren pasar HP murah yang kompetitif. Harga ini tidak jauh berbeda dengan Redmi A5 generasi sebelumnya yang pernah hadir di pasar Indonesia dengan harga sekitar Rp1,2 juta untuk varian 8GB/128GB.
Namun, prediksi harga murah tersebut diimbangi dengan penyesuaian paket penjualan. Xiaomi diduga tidak akan menyertakan kepala pengisi daya dalam kotak kemasan perangkat terbaru ini untuk menekan biaya produksi dan menyesuaikan harga ke tingkat terjangkau. Strategi ini mengikuti tren global yang kini banyak diadaptasi oleh produsen smartphone.
Secara keseluruhan, kehadiran Redmi A7, Redmi A7 Pro, dan POCO C81 dipastikan menjadi tambahan menarik untuk segmen smartphone harga terjangkau di Asia Tenggara. Perangkat ini menawarkan kapasitas baterai jumbo, layar besar dengan refresh rate tinggi, serta sistem operasi ringan yang sesuai untuk pengguna yang membutuhkan smartphone fungsional tanpa harus merogoh kocek besar.
Dengan sertifikasi resmi yang sudah diselesaikan, konsumen di Indonesia dan wilayah sekitar dapat bersiap menyambut kehadiran ponsel-ponsel ini dalam waktu dekat. Informasi lebih lanjut mengenai tanggal peluncuran serta harga resmi di masing-masing pasar diharapkan akan diumumkan Xiaomi dalam waktu dekat.





